UP…

Kemaren saya baru saja menonton sebuah film yang kata orang-orang sih rame…. saya menonton dengan 7 teman saya diantara mereka ada beberapa yang sudah menonton. Jadi, kali itu mereka menonton untuk kedua kalinya. Begitu tiba disalah satu bioskop di salah satu mall di daerah jakarta barat diantara yang menunggu terdapat banyak anak-anak dengan orang tua mereka.

Ting tong teng… pintu teater satu telah dibuka bagi para pengunjung yang telah memiliki tiket dipersilahkan untuk memasuki arena ruang pertunjukkan… Dan begitu masuk yang keluar pertama adalah PIXAR dan WALT DISNEY… wuih…jaminan keren neh… dalam hati saya bergumam… hehe… dan film yang saya maksud adalah UP

SINOPSIS

up-poster-2

Rumah Terbang

Seorang pensiunan penjual balon bernama Carl Fredricksen (Ed Asner) bertekad untuk pergi ke Amerika Selatan mengendarai rumah yang dibangunnya dengan penuh cinta bersama Ellie, mendiang istrinya. Ide gila Carl ini dilakukannya dengan mengikat banyak sekali balon berwarna-warni di atas atap rumahnya. Ternyata ide gila itu berhasil, rumah Carl terbang!

Nggak hanya Carl saja yang menjadi “penumpang” rumah terbang itu. Ada Russell (Jordan Nagai), bocah pramuka tetangga Carl yang berusia 8 tahun serta anjing kocak bernama Dug (Bob Peterson) dan Kevin, seekor burung tropis yang memiliki leher fleksibel. Bersama merekalah, Carl terbang berpetualang dengan rumahnya menuju Amerika Selatan.

Inspirasi Kakek Tua

Cerita mengenai Carl, seorang kakek tua yang suka ngomel dibuat oleh sutradara dan penulis skenario, Pete Docter karena terinspirasi pada sosok Joe Grant. Joe adalah seorang animator Disney yang sangat dikagumi oleh Pete. “Kekagumanku membuatku berpikir untuk membuat sosok seperti Joe, kakek tua pengomel yang selalu bikin kangen,” kata Pete yang pernah membuat film Monster Inc., Wall E dan Toy Story ini.

Meski film ini mengisahkan tentang seorang kakek tua, bukan berarti ceritanya jadi tua dan nggak bisa dinikmati oleh para remaja. “Seorang kakek tua biasanya memiliki begitu banyak cerita yang bisa dibagi dengan generasi muda. Makanya, cerita ini cocok untuk semua umur,” ungkap Pete yang berharap penonton akan kangen sama kakeknya setelah melihat film ini.

Riset ke Tempat Asli

Perjalanan ke Amerika Selatan yang dilakukan Carl dengan rumahnya ini banyak menampilkan pemandangan indah. Meski ini adalah film animasi, tim pembuat Up sangat serius menggambarkan keindahan pemandangan itu, karena pemandangan yang ada di film adalah nyata. Tim produksi film ini sampai naik Gunung Roraima di Guyana, berkunjung ke air terjun Angel Falls di Venezuela dan pergi ke Kukenan, kuburannya orang Indian.

Selain itu, mereka juga memotret dan merekam kondisi air, jenis batu-batuan, pohon tua sampai bunga-bunga cantik. Niat banget, ya! “Sebenarnya ini seperti mimpi buruk. Berjalan ratusan kilometer hanya untuk mengambil gambar pemandangan. Tapi, kami menginginkan yang terbaik, kami ingin gambar yang dilihat oleh penonton sama bagusnya dengan aslinya,” kata Ronnie Del Carmen, salah seorang tim produksi.

MY OPINION:

Film ini dari pre-opening aja udah bikin penonton terbahak-bahak bercampur sedih… pas masuk opening film 15mnt pertama g terkesan abis… bahkan untuk opening saja menurut saya film tersebut sudah layak menjadi sebuah film. masuk ke babak 2, film ini tetap diisi dengan dialog dan aksi-aksi kocak dari tokoh-tokohnya terutama RUSSEL… babak3 penonton termasuk saya, dibuat terkesan karena ending film benar-benar tidak bisa ditebak. Jangankan ending film, dari scene yang satu ke scene berikutnya pun benar-benar tidak bisa ditebak. Sebagai contoh: ketika kakek FREDRICKSEN sudah terbang bersama rumahnya, lalu ada yang mengetuk pintu rumahnya. siapa sangka kalau itu adalah Russel. Dan siapa yang menyangka kalau Russel akan mengulang dialog “Hi, selamat sore… perkenalkan nama saya russel, saya dari kelompok pecinta alam apakah ada yang bisa saya bantu” semua penonton termasuk saya tertawa saat Russel mengucapkannya sebanyak 3kali.

Kelebihan film ini adalah, ide yang benar-benar fresh dan brilliant. Selain itu kelebihan lainnya adalah teknik animasi yang luar biasa plus pembuatan karakter yang benar-benar khas. Yaitu: Kakek FREDRICKESN, RUSSEL, DUG (anjing yang akhirnya menjadi pahlawan tanpa disadari penonton), ALPHA (Anjing Leader dengan suara yang benar-benar khas), dan masih banyak lagi….

Pokoknya film ini benar-benar recommended untuk ditonton

DAN UNTUK FILM INI SAYA MEMBERI BINTANG:starstarstarstarstar

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s