Tiga puluh enam (plus satu) situasi dramatik

Tiga puluh tujuh situasi dramatik ini saya ambil dari sff.net dan saya terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, karena saya pikir sangat berguna buat para calon sineas (atau mungkin sudah sineas) Indonesia yang ingin membuat film tapi tak kunjung berhasil membuat suatu karya yang memiliki cerita yang dramatik. Situasi-situasi ini dapat anda terapkan kedalam film anda dan memungkinkan anda untuk mengembangkannya.
Georges Polti mengatakan bahwa semua cerita yang ada di dunia ini pada dasarnya terbuat dari 36 situasi dramatik dan berangkat dari situasi-situasi itu. Ada orang lain (tidak diketahui) yang menambahkan situasi dramatik ke-37. Jika anda memiliki jalan buntu untuk situasi yang telah anda buat dalam cerita anda, cobalah baca tulisan ini.

situasi: Kesalahan identitas

situasi kesalahan identitas:
A Mengira bahwa seseorang kaya padahal ia miskin.

B Orang yang salah terjebak kedalam jurang ketakutan.

C Schizophrenia.

situasi: Kehilangan sesuatu yang dicintai

Elemen-elemennya: anggota keluarga yang terbunuh, anggota keluarga yang menyaksikan, dan seorang pelaksana.
A1 Menyaksikan pembunuhan anggota keluarga sementara tidak memiliki kekuatan untuk mencegahnya.

A2 Membantu menyebabkan kesengsaraan kepada seseorang melalui rahasia yang bersifat profesi.

B Mensucikan kematian orang yang dicintai.

C Mengetahui kematian seorang anggota keluarga atau teman dekat.

D Kembali ke dasar-dasar primitif lewat kesedihan karena mengetahui kematian kerabat terdekat.

situasi: Penemuan kembali sesuatu yang hilang

Elemen-elemennya: seorang pencari dan sesuatu yang ditemukan.

situasi: Penyesalan yang mendalam

Elemen-elemennya: penjahatnya, korban dari dosa yang ia buat, dan seorang interogator.
A1 Penyesalan karena kejahatan yang tak dilakukan/diketahui.

A2 Penyesalan karena pembunuhan orang tua.

A3 Penyesalan karena pembunuhan (massal).

A4 Penyesalan karena pembunuhan secara hukum (hukum mati dll)

A5 Penyesalan karena membunuh suami atau istri.

B1 Penyesalan karena kegagalan cinta.

B2 Penyesalan karena perzinahan.

situasi: Salah menghukum

Elemen-elemennya: orang yang keliru, korban kekeliruan, alasan kesalahan, dan orang yang sebenarnya bersalah.
A1 Kecurigaan dimana rasa percaya dibutuhkan.

A2 Kecurigaan yang keliru.

A3 Kecurigaan yang keliru (dimana kecemburuan bukan tanpa alasan) dari seorang kekasih gelap.

A4 Kecurigaan yang keliru yang timbul karena kesalahpahaman sikap dari orang yang dicintai.

A5 Kecurigaan yang muncul karena tidak adanya perbedaan.

B1 Kecurigaan yang keliru yang diarahkan kepada diri sendiri agar seorang teman selamat.

B2 Kecurigaan yang keliru yang jatuh kepada orang tak bersalah.

B3 Kecurigaan yang keliru yang jatuh kepada suami/istri yang tak bersalah sementara pasangannya yang justru bersalah.

B4 Kecurigaan yang keliru yang jatuh kepada orang tak bersalah, namun bersalah secara niat.

B5 Kecurigaan yang keliru yang jatuh pada orang tak bersalah yang percaya bahwa ia bersalah.

B6 Saksi sebuah kejahatan, yang demi kepentingan orang yang disayang, membiarkan tuduhan jatuh kepada orang tak bersalah.

C1 Tuduhan dibiarkan jatuh kepada musuh.

C2 Kekeliruan tuduhan yang diprovokasi oleh musuh.

C3 Kekeliruan diarahkan kepada korban oleh kakak/adik sendiri.

D1 Kecurigaan yang keliru yang diprovokasi oleh penjahat yang sebenarnya kepada salah satu musuhnya.

D2 Kecurigaan yang keliru yang dilemparkan oleh penjahat sebenarnya kepada korban kedua dan hal ini sudah direncanakan sebelumnya.

D3 Kecurigaan yang keliru yang dilemparkan kepada pesaing.

D4 Kecurigaan yang keliru yang dilemparkan kepada yang tak bersalah karena ia menolak untuk menjadi kaki tangan.

D5 Kecurigaan yang keliru oleh wanita kepada kekasih gelapnya yang telah meninggalkannya karena tak mau membohongi suami sang wanita.

D6 Usaha untuk merehabilitasi diri sendiri dan untuk membalas dendam kesalahan hukum yang disengaja.

situasi: Kecemburuan yang keliru

Elemen-elemennya: orang yang cemburu, obyek yang dimiliki oleh orang yang ia cemburui, kaki tangan pencemburu, dan alasan kekeliruan.
A1 Kesalahaan berasal dari pikiran curiga dari sang pencemburu.

A2 Kekeliruan dalam cemburu yang ditimbulkan dari kesempatan yang sebenarnya fatal.

A3 Kekeliruan dalam cemburu terhadap cinta yang sepenuhnya platonik (tak mengharapkan imbalan).

A4 Kecemburuan tanpa dasar yang tumbuh karena rumor yang tak jelas.

B1 Kecemburuan yang diberitahukan oleh pengkhianat yang digerakkan oleh rasa benci.

B2 Kecemburuan yang ditawarkan oleh pengkhianat dengan alasan kepentingan pribadi.

B3 Kecemburuan yang dibuat oleh pengkhianat dengan alasan cemburu juga dan kepentingan pribadi.

C1 Saling cemburu yang ditimbulkan oleh orang terhadap suami dan istri.

C2 Kecemburuan yang dibuat oleh pelamar yang ditolak kepada suami.

C3 Kecemburuan yang ditawarkan kepada suami oleh perempuan yang sebenarnya menyukainya.

C4 Kecemburuan yang dibuat untuk istri, oleh lawan yang telah dicemooh oleh sang istri itu.

C5 Kecemburuan yang dibuat untuk pasangan kekasih yang bahagia oleh suami yang dibohongi.

situasi: Konflik dengan dewa/Tuhan

Elemen-elemennya: pihak yang tak bisa mati (dewa, Tuhan), dan pihak yang bisa mati (manusia).
A1 Perjuangan melawan dewa/Tuhan.

A2 Berseteru dengan para pengikut dewa/Tuhan.

B1 Kontroversi dengan dewa/Tuhan.

B2 Hukuman karena menghina dewa/Tuhan.

B3 Hukuman karena harga diri yang tinggi dihadapan dewa/Tuhan.

B4 Kesombongan karena berusah menyaingi dewa/Tuhan.

B5 Berusaha menyaingi dewa/Tuhan tanpa pikir-pikir.

situasi: AMBISI

Elemen-elemennya: satu orang yang penuh ambisi, sesuatu yang diinginkan, dan musuh.
A1 Ambisi yang dijaga dan dijauhi dari sanak atau teman seperjuangan atau dari kakak/adik.

A2 Dari kerabat atau orang dengan alasan keterpaksaan.

A3 Dari pengikut.

B Ambisi untuk memberontak (mirip dengan situasi Revolusi).

C1 Ambisi dan keinginan untuk berbuat kejahatan lagi dan lagi.

C2 Ambisi membunuh orang tua.

situasi: Mencintai Musuh

Elemen-elemennya: musuh yang dicintai, orang yang mencintai, dan seorang pembenci.
A Orang yang disayangi dibenci oleh sanak saudara dari orang yang menyayangi.
A1 Orang yang menyayangi dikejar-kejar oleh saudara laki-laki dari wanita yang ia sayangi.

A2 Orang yang menyayangi dibenci oleh keluarga dari orang yang disayangi.

A3 Orang yang menyayangi adalah anak dari orang yang dibenci oleh keluarga dari orang yang disayangi.

A4 Orang yang disayangi adalah musuh dari kelompok dari wanita yang menyayanginya.

B1 Orang yang menyayangi adalah pembunuh dari ayah dari orang yang disayangi.

B2 Orang yang disayangi adalah pembunuh dari saudara kandung yang menyayanginya.

B3 Orang yang disayangi adalah pembunuh suami dari wanita yang menyayanginya yang sebelumnya sudah bersumpah akan membalaskan dendam suaminya yang meninggal.

B4 Kasus yang sama, tetapi orang yang menyayangi itu justru sudah dibunuh (bukan suaminya).

B5 Orang yang disayangi adalah pembunuh anggota keluarga dari wanita yang menyayangi dirinya.

B6 Orang yang disayanginya itu adalah anak perempuan dari orang yang telah membunuh ayahnya.

situasi: Kendala dalam menggapai cinta

Elemen-elemennya: dua kekasih dan sebuah kendala.
A1 Pernikahan yang terhalang karena perbedaan tingkat.

A2 Perbedaan jumlah harta yang menjadi rintangan dalam pernikahan.

B Pernikahan yang tertahan oleh musuh.

C1 Pernikahan terlarang karena sudah adanya pertunangan dari satu pihak terhadap orang lain.

C2 Kasus yang sama, diperumit dengan adanya pernikahan imajiner dari pasangan yang sudah bertunangan.

D1 Pernikahan yang dihalangi oleh bermusuhannya kerabat dekat.

D2 Kasih sayang keluarga yang diganggu oleh mertua.

E Pernikahan yang dihalangi oleh tidak cocoknya emosi dari pasangan.

situasi: Kejahatan cinta (cyeileh)

Elemen-elemennya: kekasih dan seorang yang dikhianati.
A1 Ibu yang jatuh cinta (dalam arti antar jenis kelamin) pada anaknya.

A2 Anak perempuan yang jatuh cinta pada ayahnya.

A3 Ayah yang mencintai anak perempuannya.

B1 Wanita yang terpikat pada anak tirinya.

B2 Wanita dan anak tirinya terpikat satu sama lain.

B3 Wanita sebagai simpanan dan diwaktu bersamaan, ayah dan anak menerima situasi itu.

C1 Lelaki yang menjadi kekasih kakak/adik iparnya.

C2 lelaki itu sendiri terpikat pada kakak/adik iparnya.

C3 Kakak beradik yang jatuh cinta satu sama lain.

D1 Lelaki yang terpikat pada lelaki lain, namun menghindar.

D2 Wanita yang terpikat pada playboy.

situasi: Perzinahan

Elemen-elemennya: suami atau istri yang dibohongi dan dua penzinah.
A nyonya rumah yang dikhianati:
A1 karena wanita muda.

A2 karena istri muda.

A3 karena seorang perempuan.

B istri yang dikhianati:
B1 karena budak, yang sebenarnya tidak balas menyayangi.

B2 karena pesta pora/tidak memenuhi kewajiban.

B3 karena wanita yang sudah menikah.

B4 dengan maksud beristri dua.

B5 karena perempuan muda, yang tidak balas menyayangi.

B6 Perempuan muda yang iri pada istri seseorang yang ia cintai.

B7 Karena pelacur.

B8 Persaingan antara istri sah (namun bersifat antipati), dan simpanan (bersifat menyenangkan).

B9 Antara istri yang baik hati dan perempuan yang mengejar-ngejar suami.

C1 Suami antagonistis berkorban untuk kekasih yang disenangi.

C2 Suami yang diduga hilang, dilupakan karena munculnya pesaing lain.

C3 Suami biasa yang berkorban untuk kekasih yang simpatik.

C4 Suami yang baik dikhianati karena pesaing yang justru lebih inferior.

C5 Karena pesaing yang fantastis.

C6 Karena pesaing yang justru menjijikkan.

C7 Karena pesaing biasa, oleh istri yang suka melawan.

C8 Karena pesaing yang lebih jelek, tapi lebih berguna.

D1 Dendam dari suami/istri yang dibohongi.

D2 Kecemburuan yang lenyap karena belas kasihan.

D3 Kecemburuan yang hilang karena suatu alasan.

E suami/istri yang disiksa oleh pesaing yang telah ia tolak.

situasi: Persaingan antara superior dan inferior

Elemen-elemennya: rival superior, rival inferior, dan tujuan.
A1 Persaingan antara orang biasa dan orang yang tidak bisa mati.

A2 Antara dua kekuatan yang timpang.

A3 Antara penyihir dan orang biasa.

A4 Antara penjajah dan terjajah.

A5 Antara pemenang dan pecundang.

A6 Antara majikan dan orang terbuang (budak)

A7 Antara yang merebut kekuasaan dan pemilik kekuasaan.

A8 Antara raja-raja pengikut dan raja diantara raja.

A9 Antara orang yang sangat kuat dan orang yang baru berlatih.

A10 Antara kaya dan miskin.

A11 Antara orang terhormat dan orang yang dicurigai.

A12 Persaingan antar dua orang yang hampir sama kuatnya/kuasanya.

A13 Persaingan antar dua orang yang sama kekuatannya, dimana yang satu pada masa lalunya telah bersalah atas perzinahan.

A14 Antara orang yang dikasihi dan orang yang tidak memiliki hak untuk mengasihi.

A15 Antara dua (atau lebih) suami yang diceraikan berturut-turut oleh satu istri.

B1 Antara penyihir wanita dan wanita biasa.

B2 Antara pemenang dan narapidana.

B3 Antara ratu dan subyeknya.

B4 Antara ratu dan budak.

B5 Antara nyonya rumah dan pembantu.

B6 Antara nyonya rumah dan wanita dengan posisi lebih rendah.

B7 Antara nyonya dan dua wanita dengan kelas lebih rendah.

B8 Persaingan antara dua pihak yang sama kuat, dan diperumit oleh perginya salah satu.

B9 Persaingan antara ingatan atau idealisme (milik wanita yang berkuasa) dengan pengikutnya sendiri.

C Persaingan ganda (A cinta B, yang mencintai C, yang mencintai D).

D Persaingan oriental (poligami di Hindu).

D1 Persaingan antar dua orang yang tak bisa mati.

D2 Persaingan dua orang yang bisa mati.

D3 Antar dua istri yang sah.

situasi: Perlunya mengorbankan orang yang dikasihi.

Elemen-elemennya: sang pahlawan, korban yang dikasihi, dan alasan perlunya pengorbanan.
A1 Perlunya mengorbankan anak perempuan untuk kepentingan publik.

A2 Tugas untuk mengorbankan anak perempuan untuk memenuhi sumpah kepada Tuhan/dewa.

A3 Tugas untuk mengorbankan orang yang dikasihi atau orang yang memberi keuntungan karena agama/kepercayaan.

B1 Tugas untuk mengorbankan anak kandung, tanpa diketahui orang lain, dibawah tekanan kebutuhan.

B2 Untuk situasi yang sama, namun mengorbankan orang tua.

B3 Situasi yang sama, namun mengorbankan suami/istri.

B4 Tugas untuk mengorbankan menantu untuk kepentingan publik.

B5 Tugas untuk mengorbankan menantu untuk alasan reputasi.

B6 Tugas untuk menentang kakak ipar untuk kepentingan publik.

B7 Menentang kawan sendiri.

situasi: Pengorbanan semua orang karena sebuah impian, hasrat.

Elemen-elemennya: seorang kekasih, obyek dari hasrat yang fatal, dan orang atau benda yang dikorbankan.

A1 Sumpah-sumpah suci (yang bersifat religius) yang diingkarkan karena hasrat.

A2 Sebuah sumpah suci yang terpatahkan.

A3 Hancurnya rasa hormat terhadap seorang pendeta/pastur.

A4 Masa depan yang hancur karena hasrat.

A5 Kekuatan yang hancur karena hasrat.

A6 Hancurnya pikiran, kesehatan, dan kehidupan.

A7 Hasrat yang terwujud dengan membayar nyawa.

A8 Hancurnya keberuntungan, jiwa-jiwa, dan kehormatan.

B Keinginan untuk menghancurkan makna sebuah tugas, makna belas kasihan, dan lain-lain.

C1 Kehancuran kehormatan, keberuntungan, dan kehidupan karena sifat erotis yang buruk.

C2 Efek yang sama yang dihasilkan oleh sifat buruk lainnya.

situasi: Pengorbanan demi sanak saudara

Elemen-elemennya: Pahlawan, sanak saudara, serta benda atau orang yang dikorbankan.
A1 Pengorbanan nyawa demi kerabat atau orang yang disayangi.

A2 Pengorbanan nyawa demi kebahagiaan kerabat atau orang yang disayangi.

B1 Pengorbanan ambisi demi kebahagiaan orang tua.

B2 Pengorbanan ambisi demi nyawa orang tua.

C1 Pengorbanan cinta demi nyawa orang tua.

C2 Pengorbanan cinta demi kebahagiaan anak.

C3 Pengorbanan cinta demi kebahagiaan orang yang disayangi.

C4 Pengorbanan cinta demi kebahagiaan seorang anak, tapi disebabkan oleh hukum yang tak adil.

D1 Nyawa dan kehormatan dikorbankan demi nyawa orang tua atau orang yang disayangi.

D2 Kekuasaan dikorbankan demi nyawa kerabat atau orang yang disayangi.

situasi: Pengorbanan diri sendiri karena sebuah idealisme

Elemen-elemennya: seorang pahlawan, sebuah idealisme, barang atau orang yang dikorbankan.
A1 Pengorbanan nyawa demi janji seseorang.

A2 Pengorbanan nyawa demi kesuksesan seseorang.

A3 Pengorbanan nyawa demi kebahagiaan seseorang.

A4 Pengorbanan nyawa dalam kebenaran (yang berlebihan).

A5 Pengorbanan nyawa demi kepercayaan seseorang.

B1 Cinta dan nyawa dikorbankan demi kepercayaan seseorang.

B2 Cinta dan nyawa dikorbankan demi hasil yang ingin dicapai.

B3 Cinta dikorbankan demi kepentingan negara.

C Pengorbanan seorang yang baik dalam pekerjaannya.

D Kehormatan sebagai ideal dikorbankan demi kepercayaan sebagai ideal.

situasi: Tak sadar membunuh sanak saudara sendiri.

Elemen-elemennya: pembunuh dan korban yang tak dikenal.
A1 Berada dalam posisi tak sadar membunuh anak perempuan sendiri, karena perintah mistik atau ramalan.

A2 Karena kepentingan politik.

A3 Karena persaingan dalam percintaan.

A4 Melalui kebencian kekasih anak perempuan yang tak dikenal itu.

B1 Berada dalam posisi tak sadar membunuh anak laki-laki sendiri.

B2 Diperkuat oleh saran-saran yang bersifat Machiavellis.

B3 Dicampur dengan kebencian sanak saudara.

C Berada dalam posisi tak sadar membunuh saudara laki-laki sendiri.

C1 Saudara laki-laki membunuh dengan amarah.

C2 Kakak/adik perempuan membunuh karena alasan tugas profesi.

D Membunuh ibu yang tak dikenali.

E1 Ayah/ibu dibunuh karena tak kenal atas saran yang bersifat Machiavellis.

E2 Pembunuhan ayah/ibu yang tak dikenali.

E3 Pengejekan terhadap orang tua yang tak dikenali.

F1 Kakek/nenek yang tak dikenali dibunuh, karena dendam dan karena saran dari orang.

F2 Kakek yang dibunuh secara tak sengaja.

F3 mertua yang dibunuh secara tak sengaja.

G1 Tak sengaja membunuh wanita yang disayangi.

G2 Berada dalam posisi membunuh kekasih yang tak dikenali.

G3 Gagal menyelamatkan anak laki-laki yang tak dikenali.

situasi: Kejahatan cinta yang tak disengaja.

Elemen-elemennya: pasangan cinta, penerima cinta, dan seorang pengungkap hubungan.

A1 Terungkap bahwa pasangan telah menikah dengan sang ibunda.

A2 Terungkap bahwa pasangan memacari kakak/adik.

B1 Terungkap bahwa pasangan telah menikah dengan kakak/adik.

B2 Terungkap bahwa pasangan telah menikah dengan kakak/adik, dan kejahatan itu sudah direncanakan oleh pihak ketiga.

B3 Berada dalam posisi mengangkat kakak/adik sebagai kekasih, tanpa sebenarnya mengetahui hal tersebut.

C Berada dalam posisi mengingkari anak sendiri, tanpa sadar.

D1 Berada dalam posisi menzinahi, tanpa sadar.

D2 Perzinahan yang dilakukan tanpa sebenarnya mengetahui perzinahan yang dilakukan.

situasi: Kelalaian yang fatal

Elemen-elemennya: orang yang lalai dan korban

A1 Kelalaian menjadi sebab kesengsaraan orang itu.

A2 Kelalaian yang menyebabkan orang itu menjadi tak terhormat.

B1 Keingintahuan menjadi sebab kesengsaraan orang yang ingin tahu itu.

B2 Kehilangan orang yang dikasihi karena rasa ingin tahu.

C1 Keingintahuan yang menyebabkan kematian atau kemalangan bagi orang lain.

C2 Kelalaian yang menyebabkan kematian kerabat.

C3 Kelalaian yang menyebabkan kematian kekasih.

C4 Kelalaian yang menyebabkan kematian sanak saudara.

situasi: KEGILAAN

Elemen-elemennya: orang gila dan korban.
A1 Anggota keluarga dibunuh dalam kegilaan seseorang.

A2 Kekasih dibunuh dalam kegilaan.

A3 Pembunuhan atau membuat cedera orang yang tidak dibenci.

B Ketidakhormatan yang datang pada orang itu karena kegilaan yang dilakukan.

C Hilangnya orang yang dikasihi muncul kembali karena suatu kegilaan.

D Kegilaan yang muncul karena kesintingan yang sudah ada turun-temurun.

situasi: Pembunuhan dengan alasan perzinahan

Elemen-elemennya: dua penzinah, suami atau istri yang dikhianati.

A1 Pembunuhan suami oleh atau untuk kekasih gelap.

A2 Pembunuhan kekasih yang telah percaya pada pasangannya.

B Pembunuhan sang istri demi kekasih gelap, dan untuk kepentingan sendiri.

situasi: Persaingan dalam keluarga

Elemen-elemennya: anggota keluarga yang lebih dipilih, anggota keluarga yang lebih ditolak, serta tujuan.
A1 Persaingan penuh dengki antar kakak adik.

A2 Persaingan penuh dengki antar dua pasang kakak adik.

A3 Persaingan antar dua saudara laki-laki, dimana salah satunya terdapat perzinahan.

B1 Persaingan antara orang tua dan anak terhadap kekasih yang belum dinikahkan.

B2 Persaingan antara orang tua dan anak, untuk kekasih yang sudah menikah.

B3 Seperti B1 dan B2, tetapi obyeknya sudah menjadi suami/istri sang orang tua.

B4 Persaingan antara orang tua dan anak.

C Persaingan antar sepupu.

D Persaingan antar teman.

situasi: Persengketaan dalam keluarga

Elemen-elemennya: anggota keluarga bersifat pembenci, anggota keluarga yang dibenci,

A kebencian antar kakak/adik

A1 Satu saudara dibenci oleh saudara-saudara yang lain.

A2 Satu saudara yang membenci saudara yang lain dan sebaliknya.

A3 Kebencian antar sanak untuk alasan kepentingan diri masing-masing.

B Kebencian antara orang tua dan anak.

B1 Kebencian dari anak kepada orang tua.

B2 Kebencian yang menimbulkan keuntungan.

B3 Kebencian orang tua terhadap anak.

C Kebencian kakek/nenek pada cucu.

D1 Kebencian mertua kepada menantu.

D2 Kebencian antar dua menantu.

E Kebencian menantu kepada ibu tiri.

F Pembunuhan bayi.

situasi: Pembebasan/pelepasan

Elemen-elemennya: pihak terhukum (yang dirugikan), pihak yang mengancam, dan penyelamat.
A Munculnya penolong kepada yang dihukum.

B1 Seorang ayah/ibu yang turun tahta dan digantikan oleh anaknya.

B2 Diselamatkan oleh teman, atau oleh orang tak dikenal yang kemudian menjadi teman.

situasi: Memperoleh

Elemen-elemennya: seorang pengumpul sesuatu dan musuh yang menolak untuk memberikan, atau seorang yang terpisah dengan kelompoknya dan melawan kelompoknya itu.
A Usaha mendapatkan tujuan dengan tipu muslihat atau kekerasan.

B Usaha melalui kepandaian berbicara yang persuasif saja.

C Keahlian berbicara dengan seorang yang terpisah dari kelompoknya.

situasi: Teka-teki

Elemen-elemennya: interogator, pencari kebenaran, dan masalah.
A Pencarian seseorang yang harus ditemukan agar orang lain bisa tetap hidup.

B1 Teka-teki yang harus diselesaikan agar seseorang bisa bertahan hidup.

B2 Sama seperti B1, namun teka-teki itu diberikan oleh wanita yang didambakan.

C1 Berbagai macam keinginan diderita karena ingin mengetahui nama seseorang.

C2 Keinginan untuk tahu jenis kelamin seseorang.

C3 Tes untuk mengetahui suatu kondisi mental.

situasi: Penculikan

Elemen-elemennya: penculik, yang diculik, dan penjaga/pelindung.
A Penculikan seorang wanita yang tak rela membiarkan dirinya diculik.

B Penculikan seorang wanita yang mengizinkan dirinya diculik.

C1 Direbutnya wanita yang diculik tanpa membunuh sang penculik.

C2 Kasus yang sama, namun penculik dibunuh.

D1 Penyelamatan seorang teman yang ditangkap musuh.

D2 Penyelamatan seorang anak.

D3 Penyelamatan sebuah jiwa yang tertangkap karena kekeliruan.

situasi: Kumpulan orang pemberani

Elemen-elemennya: seorang pemimpin yang berani, sebuah tujuan, dan musuh.
A Persiapan perang.

B1 Perang.

B2 Pertarungan.

C1 Membawa barang atau orang yang diperlukan/diinginkan.

C2 Usaha mendapatkan kembali sesuatu yang diinginkan.

D1 Ekspedisi yang seru.

D2 Petualangan untuk mendapatkan kembali wanita yang dicintai.

situasi: Revolusi

Elemen-elemennya: seorang tiran dan seorang konspirator.
A1 Konspirasi yang dikepalai oleh satu orang.

A2 Konspirasi dari beberapa orang.

B1 Revolusi dari seorang individu, yang membuat orang terpengaruh dan mengikutinya.

B2 Revolusi dari orang banyak.

situasi: Korban terjatuh dalam kekejaman atau kesengsaraan

Elemen-elemennya: seorang yang malang; seorang majikan atau sebuah kemalangan.
A Pihak yang tidak bersalah menjadi korban dari intrik penuh ambisi.

B Korban dihabiskan oleh mereka yang seharusnya menjaga korban.

C1 Seorang yang berkuasa jatuh dan tidak lagi memiliki apa-apa.

C2 Seorang idola atau yang memiliki hubungan dekat dan mulai dilupakan.

D Harapan yang direbut dari seseorang.

situasi: BENCANA

Elemen-elemennya: kekuatan yang mampu melenyapkan, musuh yang menang, atau pengirim pesan.
A1 Menderita kekalahan.

A2 Tanah air hancur.

A3 Jatuhnya nilai-nilai kemanusiaan.

A4 Bencana alam.

B Monarki digulingkan.

C1 Penderitaan karena tak berterimakasih.

C2 Penderitaan karena hukum yang tak adil atau permusuhan.

C3 Penderitaan karena kemarahan.

D1 Ditinggalkan kekasih atau suami.

D2 Anak yang kehilangan orang tua.

situasi: Pengejaran

Elemen-elemennya: ada hukuman dan ada buronan.
A Buranan dari hukum dikejar karena politik, kejahatan, dll.

B Dikejar atas nama cinta.

C Seorang pahlawan yang berjuang melawan suatu kekuatan.

D Orang gila yang tidak jelas melawan alien.

situasi: Pembalasan dendam kepada anggota keluarga dari anggota keluarga

Elemen-elemennya: anggota keluarga yang membalas dendam, anggota keluarga yang bersalah, kenangan dari korban, hubungan antar keduanya.
A1 Kematian ayah dibalaskan kepada ibu.

A2 Ibu yang membalas dendam pada ayah.

B Kematian kakak/adik laki-laki dibalaskan kepada anak laki-laki.

C Kematian ayah dibalaskan pada suami.

D Kematian suami dibalaskan pada ayah.

situasi: Kejahatan yang dihukum oleh pembalasan dendam

Elemen-elemennya: seorang pembalas dendam dan seorang penjahat.
A1 Pembalasan dendam dari orang tua yang terbunuh atau nenek moyang.

A2 Pembalasan dendam dari anak yang terbunuh atau keturunan.

A3 Dendam atas anak yang diperlakukan tidak hormat.

A4 Pembalasan dendam atas istri atau suami yang terbunuh.

A5 Pembalasan dendam karena (usaha) memperlakukan istri dengan tidak hormat.

A6 Dendam karena kekasih gelap terbunuh.

A7 Dendam karena teman terluka atau terbunuh.

A8 Dendam karena saudara perempuan yang digoda/diperkosa.

B1 Dendam karena luka yang disengaja, atau percekcokan.

B2 Dendam karena telah dilecehkan ketika tidak hadir.

B3 Dendam karena usaha pembunuhan.

B4 Dendam karena tuduhan yang salah.

B5 Dendam karena pelanggaran.

B6 Dendam karena telah sesuatu yang dimiliki telah direbut.

B7 Dendam oleh seluruh pemilik satu jenis kelamin karena adanya penipuan yang dilakukan oleh jenis kelamin lain.

C Pengejaran profesional terhadap kriminal.

Permohonan

Elemen-elemennya: penyiksa/penganiaya, pemohon, dan kekuatan otoritas yang keputusannya meragukan.
A1 Narapidana yang memohon bantuan kepada yang kuat untuk melawan musuh.

A2 Bantuan diminta untuk melaksanakan tugas yang mulia yang telah dilarang sebelumnya.

A3 Permohonan untuk kabur dari kematian.

B1 Keramahan yang dicari-cari oleh kapal yang karam (orang terdampar)

B2 Kemurahan/sumbangan yang dilakukan oleh orang yang sudah diusir oleh kalangannya sendiri, yang telah memperlakukan dia dengan tidak hormat.

B3 Pencarian maaf, penyembuhan, atau pembebasan.

B4 Penyerahan mayat, atau relik yang telah dikumpulkan.

C1 Permohonan akan kekuatan demi mereka yang dikasihi oleh pemohon.

C2 Permohonan kepada seorang kenalan demi seorang kenalan yang lain.

C3 Permohonan kepada kekasih dari ibu sendiri, demi kepentingan ibu itu.

(Catatan: untuk beberapa kasus diatas, kespesifikan gender pada deskripsi yang original sudah diganti dengan yang lebih umum. Lagipula tidak hanya laki-laki yang selalu bertualang dan wanita yang diselamatkan) ^^
Diterjemahkan oleh Rahabi Mandra

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s