SI JAGO MERAH

sijagomerahGoti Prawoto (Desta Club 80’s), Dede Rifai (Ringgo Agus Rahman), Kuncoro Prasetyo (Ytonk Club 80’s) & Rojak Panggabean (Judika) terancam D.O. gara-gara menunggak uang kuliah selama 4 semester berturut-turut, orang tua mereka ternyata sudah tidak bisa lagi membiayai kuliah. Pihak Kampus memberikan kelonggaran agar mereka bisa tetap kuliah, tapi tetap harus membayar minimal satu semester dalam waktu beberapa hari

Masing-masing mencari uang. Ternyata mereka tetap butuh biaya untuk hidup sehari-hari, apalagi sebagian dari mereka sebelumnya bergaya hidup ibu kota

Kuncoro memberikan solusi agar biaya operasional terjangkau dan mengajak mereka mencari rumah kontrakan dekat kampus, dan menjalani pola hidup sederhana. Solusi lainnya adalah kerja magang, tapi magang itu membuat mereka kelelahan. Jadwal kuliah menjadi berantakan. Gito mendapatkan ide untuk mencari part time job yang tidak melelahkan dan menyita banyak waktu yaitu sebagai pemadam kebakaran

Singkat cerita setelah ikut pelatihan, mereka diterima kerja magang di Pemadam Kebakaran, sebagai Pasukan Cadangan dengan perlengkapan seadanya dan diberi tugas untuk merawat mobil pemadam kebakaran yang sudah tua, yang dikenal dengan sebutan SI JAGO MERAH

Mahasiswa-mahasiswa “tidak-beruntung” ini mendapatkan jatidirinya lewat sebuah tindakan heroik tanpa pamrih yang membuat mereka mendapat penghargaan dari Walikota (Rano Karno)

Pemain: Agus Ringgo, Judika Idol, Desta Club 80’s, Ytonk Club 80’s, Poppy Sovia, Tika Putra, Magdalena

MY OPINION:

Film ini termasuk salah satu film yang berani. Mengapa berani, karena film ini berani keluar dari jalur film yang ber-genre horor dan seks. Namun demikian film ini tetap mengusung unsur komedi yang disukai penonton. komedi yang terdapat dalam film ini terbilang baru dan segar. Banyak scene yang dapat membuat penonton tertawa tanpa harus menunjukkan kekasaran dan pornografi seperti kebanyakan film komedi di Indonesia. Seperti contohnya scene ketika Goti Prawoto (Desta Club 80’s) sedang berduaan dengan kekasihnya di taman dan Dede Rifai (Agus Ringgo), Rojak Panggabean (Judika Idol) dan Kuncoro Prasetyo (Ytonk Club 80’s) membuat hujan buatan dengan menyemprotkan blambir.

Kekuatan lain dalam film ini terletak pada kekuatan karakter pemainnya. Agus Ringgo, Judika Idol, Desta Club 80’s, dan Ytonk Club 80’s berhasil memainkan peranan mereka dengan seimbang. Sehingga tidak ada tumpang tindih peranan antar pemain. Selain itu kelebihan film ini adalah keberanian sang sutradara (Iqbal Rais) dalam membuat scene kebakaran museum yang tentunya diperlukan budget besar untuk scene tersebut. Dan Iqbal Rais berhasil mengemas scene tersebut dengan apik.

DAN UNTUK FILM INI SAYA BERI BINTANG: starstarstar

Bagi yang ingin menonton filmnya, tinggal mengklik link yang saya masukkan.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s