MENEMUKAN IDE YANG BERSEMBUNYI DI SEKITAR KITA (PART 1)

Pernahkah anda kebingungan saat anda membuka mata di pagi hari? Anda bingung, apa yang akan lakukan di hari tersebut? Kebanyakan orang akan mengambil handphone nya lalu men-diall salah satu nomor yang ada di contact handphonenya. Dengan sedikit basa-basi percakapan anda akan menghasilkan sebuah ide atau temuan entah itu rencana makan siang/ makan malam atau sekedar duduk-duduk disalah satu cafe sambil mencicip segelas teh hangat. Dan dari situ anda akan mempunyai rencana atau ide untuk mejalani kegiatan sepanjang hari tersebut.

P2: Semudah itulah ide kita memperoleh ide?
P1: Ya…
P2: Yakin…?
P1: Ya… Sudah sering saya buktikan!!!

KET: P1 = Penulis, P2 = Pe-nanya.

Banyak orang selalu menanyakan hal yang sama kepada saya. Saya dengan senang hati membagikan rahasia ini kepada banyak orang. Karena sebenarnya, yang saya bagikan hanyalah cara mendapatkan ide dan bukan ide itu sendiri. Namun, banyak orang justru membuat saya kesal!!! Karena, mereka terlalu banyak bertanya sebelum mereka melakukan apa yang harus dilakukan dalam proses pencarian ide tersebut.

Kali ini saya akan membongkar bagaimana cara menemukan ide-ide yang bisa membuat anda terkejut, karena ide yang anda dapatkan ternyata ide yang tidak pernah anda bayangkan sama sekali.

Sekali lagi saya yakinkan, bahwa untuk menemukan ide sama mudahnya dengan menentukan schedule harian anda atau menentukan menu makan anda. Apabila anda kebingungan untuk menemukan ide yang bisa dilakukan adalah:

1. Mengobrol.
Dengan mengobrol dengan sebanyak-banyaknya orang, 50% akan membantu anda menemukan sebuah ide.
2. Menonton.
Banyaklah menonton film-film, baik yang anda suka maupun yang tidak anda suka. Jangan anggap film yang tidak anda suka ataupun film yang menurut anda tidak bagus tidak dapat memberikan sumbangsih dalam proses penemuan ide anda. Banyak orang hanya mengkritik film-film yang mereka anggap kurang bagus. Namun untuk saya, saat saya mengkritik saya justru memperoleh ide. Banyak orang tidak mengetahui bahwa sebuah kritikan merupakan ide yang tersembunyi.
Contoh: Sebuah film drama, dirasakan kurang romantis. Maka dalam pemikiran saya langsung mengalir kritikan-kritikan “Seharusnya adegannya seperti ini….” Dari situ lah saya menemukan sebuah sub-plot kecil mengenai adegan romantis. Dan saya tinggal membuat Plot utamanya.

CONTINUE TO PART 2…

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s