4 SEHAT 5 INTERNET (internet,jejearing sosial dan fenomena nya)

Pada dasarnya dalam menjalani kehidupan, manusia membutuhkan berbagai jenis dan macam barang-barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya. Manusia sejak lahir hingga meninggal dunia tidak terlepas dari kebutuhan akan segala sesuatunya. Dari sekian banyak kebutuhan yang diperlukan manusia, kebutuhan manusia kemudian digolongkan menjadi 3 jenis yaitu:
1. Kebutuhan Primer
2. Kebutuhan Sekunder
3. Kebutuhan Tersier / Mewah / Lux

Kebutuhan sekunder berupa hiburan dapat berupa menonton TV, menonton film bioskop, jalan-jalan dan kegiatan lain yang sifatnya menghibur seperti berjalan-jalan di dunia maya atau yang kita kenal dengan kata browsing. Namun kini kebutuhan akan penggunaan internet bukan lagi hanya sekedar pemenuhan kebutuhan sekunder. Kini kebutuhan nya sudah beralih menjadi kebutuhan primer. Kebutuhan manusia akan informasi dan hiburan yang disediakan oleh internet sudah menjadikan internet sebagai satu bagian yang WAJIB dipenuhi.

Pemanfaat internet yang dulu digunakan untuk mencari informasi kini berubah menjadi lebih banyak pemanfaatannya. Internet kini dapat digunakan untuk mencari uang dan juga mencari jodoh. 4 sehat 5 internet, itulah yang kini terjadi di masyarakat kebanyakan. Hal yang wajib dipenuhi kebutuhannya oleh manusia dari dulu sampai sekarang ada 4, yaitu:
1. makanan
2. minuman
3. pakaian
4. tempat tinggal

Dan di zaman modern ini muncul kebutuhan pokok yang ke-5 yaitu, internet. kini dari 10 orang 9 diantaranya pasti pernah menggunakan internet dan 7 diantaranya adalah pengguna aktif. Jika anda tidak percaya, anda dapat membuktikannya sendiri. Tanyakan pertanyaan “Apakah anda pernah menggunakan internet?”. tapi yang anda harus ingat adalah jangan menanyakan hal ini di mal atau daerah perkantoran karena jawabannya pasti “Ya!” cobalah anda menyakan pertanyaan ini di lingkunngan yang orangnya lebih heterogen seperti misalnya di dalam kendaraan angkutan umum seperti mikrolet atau metromini atau bus. Anda dapat buktikan kalau 9 dari 10 orang yang anda tanyakan akan menjawab kalau dia pernah menggunakan internet. di Indonesia sendiri pengguna internet terus meningkat setiap tahunnya.

Dimulai sejak tahun 2004, dimana di Indonesia mulai dikenal beberapa situs jejaring sosial yang diawali dengan friendster yang saat itu berkembang dengan pertumbuhan penggunanya yang sangat pesat. Disusul kemudian oleh facebook yang dibuat oleh salah satu mahasiswa Harvard Mark Zuckerberg di tahun 2006. Dan hanya dalam waktu 2 tahun facebook benar-benar merajai situs jejaring sosial termasuk pasarnya di Indonesia. Menurut data statistik yang dilansir CheckFacebook.com, jumlah pengguna Facebook di Indonesia masuk dalam 10 besar jumlah pengguna Facebook terbesar di dunia. Indonesia berada di peringkat tujuh, diatas Australia, Spanyol, dan Kolombia di peringkat 10. Ketika saya jalan di mal atau di tempat-tempat umum lainnya saya sering melihat beberapa orang terutama anak-anak muda termasuk teman saya sendiri yang meninjam handphone hanya untuk sekedar meng- update status facebook mereka. Hal itu dilakukannya agar mereka terlihat eksis dan gaul.

Selain friendster dan facebook, ada 1 lagi situs yang paling banyak digemari oleh anak muda di Indonesia yaitu website forum kaskus. Sejak didirikan pada november tahun 2000, kaskus yang identik dengan FJB ( forum jual beli) semakin melekat dengan para user nya. Hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya komunitas-komunitas yang didirikan atas nama kaskus. Namun peningkatan pengguna internet di Indonesia tidak hanya menghasilkan dampak-dampak positif tapi juga banyak dampak negatif. Kemudahan yang didapat melalui internet justru menjadi kemunduran untuk bidang-bidang sosial dan kemanusiaan. Dengan adanya internet, manusia jadi malas untuk berjalan sekedar mencari informasi jalan dan tempat yang akan mereka tuju.
Chatting dan situs jejaring sosial, memudahkan para penggunanya untuk dapat berkomunikasi dengan orang-orang yang jauh jaraknya. Selain itu dengan situs jejaring sosial tidak sedikit dari kita yang dapat bertemu dengan teman lama atau saudara yang sudah lama hilang komunikasi. Bahkan sekarang beberapa situs jejaring sosial dapat diberdayakan untuk melancarkan promosi bisnis atau yang sering dikenal shopping on-line.

Namun selain dampak positif, jejaring sosial juga memiliki dampak negatif. Kemudahan berkomunikasi lewat jejaring sosial mengakibatkan berkurangnya komunikasi tatap muka antar komunikator dan komunikan. Banyak orang yang menjadi anti¬-sosial akibat internet karena mereka menganggap internet telah memenuhi segala kebutuhannya dan dia tidak lagi membutuhkan bantuan orang lain. Selain itu, penggunaan internet yang tidak terbatas waktu, jarak, ruang dan umur membuat banyak anak-anak yang menjadi salah kaprah dalam penggunaan internet. banyak kasus yang nyata seperti di warnet-warnet dimana anak-anak kecil yang tanpa pengawasan menggunakan internet mereka membuka situs-situs porno yang tidak seharusnya mereka konsumsi. Pembatasan penggunaan internet oleh orang tua sangatlah penting untuk user dibawah umur. Untuk hal ini orang tua dan para pengusaha warnet sangat disarankan untuk menggunakan program yang mampu mem-blok situs-situs yang memang sebaiknya tidak dikunjungi oleh anak-anak dan user lainnya agar tetap tercipta penggunaan internet yang aman.

Selain itu, dampak negatif yang lain dalam penggunaan internet adalah user atau pengguna internet menjadi lupa waktu, bahkan sampai lupa waktu untuk makan. Para user internet rela duduk berjam-jam bahkan berhari-hari di depan komputer sampai tidak mandi dikarenakan keasyikan meng-akses situs-situs jejaring sosial. Banyak sekali pengguna internet yang non-stop 24 jam menggunakan internet. penggunaan internet memang tidak terbatas waktu dan durasi selama penggunanya mampu membayar, namun alangkah baiknya apabila user mampu membatasi dan mengontrol penggunaan internet. selain untuk menjaga isi dompet hal ini juga baik untuk menjaga kesehatan mata.

SCRIPT KOMANDAN CILIK

Cuaca pagi hari di kota Jakarta. Siswa yang diantar orang tua. Siswa yang salim tangan kepada orang tua. Beberapa anak sedang bertugas piket. Ada yang menghapus papan tulis. Merapikan meja guru.

SCENE 1.INT.RUANG KELAS      (MORNING)
Cast: Ibu Guru, Komandan Cilik, Extras

Suasana kelas masih ramai. Ada beberapa anak yang masih berlari-larian di dalam kelas. ada yang sedang menyalin PR dari temannya. Bel tanda masuk kelas berbunyi. Selang beberapa menit kemudian Ibu Guru masuk ke dalam kelas, disusul seorang anak yang datang terlambat.

EXTRAS 1

Maaf Bu, saya terlambat. Ban sepeda saya bocor.

IBU GURU

Ya sudah, duduk.

Anak-anak memberi salam.

IBU GURU (CONT’D)

Anak-anak, untuk hari ini kita akan belajar mengarang. Panjang karangan minimal 10 paragraf. Karangan berisi mengenai cita-cita kalian, dan sertakan alasan mengapa kalian memiliki cita-cita tersebut. Sebagai contoh, dulu waktu kecil ibu bercita-cita menjadi guru karena menjadi seorang guru merupakan pekerjaan yang mulia. Seorang guru bekerja tanpa pamrih untuk mencerdaskan Bangsa dan Negara. Apakah sudah paham semuannya?

MURID-MURID
(Bersama-sama)

Paham Bu…

IBU GURU (CONT’D)

Jika sudah paham, silahkan mulai mengerjakan dan jangan mengganggu temannya!

CUT TO:

SCENE 2.INT.RUANG KELAS      (MORNING)
Cast: Ibu Guru, Komandan Cilik, Extras

Anak-anak mengeluarkan buku latihan dan segera mengerjakan begitupun dengan komandan cilik.

EXTRAS  1
(Berpikir)

Hmm… cita-cita gue ape ye…

CAMERA PEN TO EXTRAS 2

EXTRAS 2

Saya mau jadi dokter, supaya bisa sembuhin orang sakit.

CAMERA MOVE TO EXTRAS 3

EXTRAS 3

Saya mau jadi pemain bola kaya Cristiano Ronaldo.

CAMERA MOVE TO EXTRAS 4

EXTRAS 4

Cita-cita saya mau jadi artis. Saya mau jadi kaya Cinta Laura. Biar tiap hari saya muncul di tv.

CAMERA MOVE TO EXTRAS 1: Extras 1 sedang berpikir keras.

KOMANDAN CILIK
(Tersenyum Kecil)

Saya ingin menjadi seorang polisi. Soalnya polisi hebat, polisi suka nangkepin penjahat.

DISSOLVE TO:

SCENE 3.MONTAGE SCENE AKTIVITAS POLISI

Penjual koran di lampu merah yang menjajakan koran. Detail koran yang berisikan prestasi polisi. Polisi yang sedang mengatur lalu lintas. Polisi yang sedang bertugas mengatur kemacetan. Polisi yang sedang patroli.

KOMANDAN CILIK(CONT’D)
(O.S)

Hampir setiap hari ketika saya lewat di lampu merah saat hendak ke sekolah, saya sering melihat koran-koran yang dijual oleh penjual koran. Di koran-koran itu tertulis besar-besar bagaimana polisi berhasil menangkap teroris, pengedar narkoba, penculik sampai maling di pasar. Setiap hari Pak Polisi selalu nolongin saya, Pak Polisi mengatur lalu lintas supaya tidak macet sehingga saya tidak terlambat datang ke sekolah. Mereka bersiaga sejak pagi-pagi sekali untuk mengatur lalu lintas, yang semakin hari semakin dipenuhi oleh kendaraan. Pak Polisi juga yang sudah berhasil mengembalikan motor ayah saya yang sempat dicuri. Polisi berhasil menangkap pencurinya setelah melakukan operasi pemeriksaan. Dengan operasi pemeriksaan semakin banyak pencuri kendaraan bermotor yang tertangkap selain itu dengan adanya operasi tingkat ketertiban berkendaraan semakin tinggi. Menurut buku yang pernah saya baca, tugas seorang Polisi ada 3. Yang pertama adalah untuk melayani masyarakat. Ketika saya mengantar ayah untuk memperpanjang STNK motornya, saya melihat bagaimana cekatannya polisi yang bekerja disana. Mereka bekerja dengan sangat rapi dan terorganisir. Ayah pernah bilang, dahulu sangat sulit untuk kita memperpanjang stnk sendirian, butuh waktu berhari-hari. Tapi sekarang, perpanjang STNK menjadi lebih mudah dan prosesnya pun cepat.

Selain itu Polisi juga bertugas untuk… un… tukk… loh… loh… kok macet, yah macet dah…

VIDEO EFFECT: Gambar freeze and continue with frame up and down

CUT IN:

SCENE 4.INT.RUANG KELAS      (MORNING)
Cast: Komandan Cilik, Extras

Komandan cilik sedang menggoyang-goyangkan pulpennya.

KOMANDAN CILIK
(Menggoyang-goyangkan pulpen)

Yah,kok macet sih…

Komandan cilik, mengeluarkan isi pulpen dan meniupnya lalu mencoba untuk menulis lagi.

CAMERA ZOOM TO: EXTRAS 1 SEDANG TERTIDUR

Extras 1 tertidur sambil menopang dagunya

EXTRAS 1
(Terantuk, Berteriak)

Aduhh…

IBU GURU
(Tegas)

E1, teman-teman kamu mengerjakan tugas kamu asyik-asyikan tidur. Sekarang kamu berdiri di depan kelas

Extras 1 berjalan ke depan kelas.

IBU GURU(CONT’D)

Angkat satu kaki, pegang kedua telinga dan bilang saya tidak akan tidur lagi dikelas.

Keheningan kelas pecah oleh suara anak-anak yang tertawa menertawakan Extras 1.

BACK TO:

SCENE 5.INT.RUANG KELAS      (MORNING)
Cast: Komandan Cilik, Extras

Komandan cilik meminjam pulpen kepada temannya. Setelah mendapatkan pinjaman ia segera melanjutkan karanganya.

KOMANDAN CILIK(CONT’D)

Selain itu Polisi juga bertugas untuk mengayomi masyarakat.

DISSOLVE TO:

SCENE 6.MONTAGE SCENE AKTIVITAS POLISI

KOMANDAN CILIK(CONT’D)
(O.S)

Saya pernah melihat langsung, saat itu ada seorang turis yang menanyakan jalan kepada seorang Pak Polisi yang tengah bertugas. Dan dengan ramah Pak Polisi memberitahukan jalan yang benar kepada turis tersebut. Selain melayani dan mengayomi polisi juga bertugas untuk melindungi masyarakat. Melindunginya bisa dalam berbagai bentuk, seperti melindungi dari penjahat dan juga melindungi ketika ada bencana seperti kebakaran atau gempa. Saya mau polisi supaya saya bisa mengawal presiden. Saya pernah melihat iring-iringan polisi yang mengawal presiden. Ada yang menggunakan motor besar, mobil polisi, ada juga yang berjaga-jaga. Mereka terlihat begitu gagah dan keren. Dengan menjadi polisi saya bisa naik kendaraan yang tidak semua orang bisa naik, seperti helikopter, mobil polisi dan motor besar. Kata ayah, untuk menjadi seorang polisi yang baik saya harus rajin belajar karena kepandaian merupakan salah satu syarat untuk menjadi seorang polisi yang baik. Selain itu untuk menjadi polisi yang baik dibutuhkan juga kedisiplinan, tubuh jiwa yang sehat serta kejujuran.

SCENE 7.INT.RUANG KELAS      (MORNING)
Cast: Ibu Guru, Komandan Cilik, Extras

Bel pertanda jam usai pun berbunyi.

IBU GURU
(Berjalan ke tengah kelas)

Baik anak-anak, waktunya sudah habis. Komandan tolong kumpulkan karanganya teman-temannya dan bawakan ke meja Ibu.

KOMANDAN CILIK
(Berdiri, Tegas)

Siap Bu…!!!

Komandan cilik mengumpulkan pekerjaan teman-temannya. Komandan memberi aba-aba kepada teman-temannya untuk memberi salam kepada Ibu guru. Ibu Guru keluar disusul Komandan cilik.

CAMERA ZOOM IN EXTRAS 1

END FADE OUT

IDE UNTUK KEPOLISIAN (POLICE FOR TOURISM)

Mengingat kondisi saat ini, dimana kepolisisan tengah menjadi sorotan di mata publik. Alangkah baiknya polisi berusaha melakukan yang terbaik yang bisa dilakukan secara langsung guna memperoleh simpatik masyarakat, daripada sekedar memperbaiki citra kepolisian dengan promosi dan lainnya. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan, diantaranya :

1. Membuka layanan aduan melalui sms. Dengan sms masyarakat dimudahkan untuk memperoleh informasi maupun memberikan informasi mengenai kejadian di lapangan.

2. Memperbanyak polisi-polisi yang berpatroli. Berpatroli dengan menggunakan kendaraan roda dua lebih efektif dibandingkan dengan berpatroli menggunakan roda empat.

3. Lomba-lomba seperti yang diadakan oleh kepolisian dan markplus menjadi salah satu cara yang sangat kreatif.

4. Open house untuk anak-anak pelajar (SD,SMP, SMA) bagaimana aktifitas kepolisian dan pendekatan secara langsung dengan memberitahukan sangsi-sangsi apa yang diberikan terhadap pelanggaran tindak pidana ringan dan berat.

5. Membuat film-film yang menceritkan mengenai kepolisian, aktifitas kepolisian dan aksi-aksi heroik kepolisian.

6. Memberikan pertolongan, keamanan dan kenyamanan terhadap touris-touris asing yang sedang jalan-jalan ke indonesia. Dengan cara membuka pos-pos pelayanan di tempat-tempat yang banyak dikunjungi oleh turis asing.

GANESHA FILM FESTIVAL KE-2 (GANFFEST)

Waktu saya jalan-jalan untuk cari-cari ide… ada 1 teks yang menarik saya…. teks itu adalah Ganffest… ini kutipan yang saya dapat dari kamar sebelah…

ABOUT GANFFEST

GANFFEST pertama kali diadakan pada Februari 2008. Pada saat itu ruang lingkup GANFFEST hanya seputar Pulau Jawa dan Bali, namun telah berhasil mendapat respon positif dari para film-maker. Melihat kesuksesan yang telah dicapai pada GANFFEST 2008 ini, LFM menjadikan GANFFEST sebagai acara dua tahunan yang akan dilaksanakan kembali pada bulan Februari 2010.

Tema yang diambil dalam acara ganffest 2010 adalah “Art Futuristic”.

GANFFEST adalah event apresiasi film indie yang merupakan suatu bentuk karya dari seni/art yang kreatif. Dalam proses produksi dan distribusi film indie tidak dapat terlepas dari sentuhan teknologi. Teknologi seharusnya dapat selalu memudahkan kehidupan manusia dan dapat diaplikasikan di mana saja, termasuk untuk mendukung pembuatan film indie. Di masa depan, sentuhan teknologi ini diharapkan dapat mendukung perwujudan ide dan visi kreatif dari para film maker.

SYARAT PENDAFTARAN

* Peserta adalah umum

* Peserta adalah pemegang hak cipta atas film/karya yang diikutsertakan dalam festival

* Berdurasi 5-30 menit (termasuk credit title) bagi kategori film fiksi

* Berdurasi maksimal 5 menit (termasuk credit title) bagi kategori film video art dan animasi

* Berdurasi 1 menit untuk kategori one minute video

* Kategori film adalah fiksi dengan tema film bebas

* Film dikirim dalam bentuk DVD / MiniDV PAL beserta:

o Formulir yang telah diisi lengkap

o Poster/sampul film (print out & file data *.jpeg ukuran A3)

o Trailer dengan durasi 0.5-1 menit

* Peserta diperkenankan mengirimkan lebih dari 1 (satu) film dengan memenuhi persyaratan masing-masing.

* Apabila bahasa asli dari film bukan Bahasa Indonesia/Bahasa Inggris, maka film wajib diberi subtitle dalam Bahasa Indonesia/Bahasa Inggris.

* Film yang dikirimkan berhak disiarkan atau ditayangkan oleh panitia untuk keperluan screening.

* Peserta yang sudah mendaftar dan mengirimkan filmnya berarti bersedia apabila materi dan potongan film digunakan oleh panitia untuk keperluan promosi dan bumper acara.

* Karya yang telah dikirimkan menjadi hak milik database panitia penyelenggara.

* Film bukan merupakan profil industri/perusahaan, iklan televisi, iklan layanan masyarakat, dan video musik.

* Penggunaan materi film yang berasal dari karya pihak lain (seperti: musik latar dan/atau potongan gambar/footage) harus disertai izin khusus dari pihak yang terkait.

* Calling entry dibuka pada tanggal 28 juli 2009 dan ditutup pada tanggal 8 Desember 2009.

* Kemas berkas pendaftaran Anda, yang terdiri dari formulir pendaftaran, dan semua kelengkapan wajib, dalam satu amplop tertutup. Jangan lupa tulis alamat pengirim maupun penerima dengan jelas.

* Kirim pendaftaran Anda ke Sekretariat Ganffest 2010 melalui pos, agen pengiriman, maupun diantar langsung sebelum tanggal 8 Desember 2010.

* Periksa situs web GANFFEST untuk melihat apakah pendaftaran Anda sudah diterima atau belum.

* Hasil pengkurasian terdiri dari peserta yang terpilih sebagai official selection Ganffest 2010 dimana peserta tersebut harus mengirimkan ide film pendek baru yang akan dijurikan kembali dan berhak mengikuti workshop writing dan directing yang diselenggarakan oleh panitia Ganffest.

* Hasil pengkurasian Ganffest akan diumumkan pada tanggal 30 Januari 2010.

* Film yang terpilih sebagai official selection akan dijurikan kembali dan hasil penjurian akan diumumkan pada malam award pada tanggal 28 Februari 2010

* Hasil penjurian tidak dapat diganggu gugat.

Untuk lebih jelas silahkan kunjungi http://www.lfm.itb.ac.id/ganffest/index.html atau silahkan klik disini.

ayo, kita ramai-ramai ikut ganffest. acara seperti inilah yang dapat menghapus dahaga para pembuat film amatir/ yang anak-anak muda yang ingin belajar berkreasi dalam film.

UP…

Kemaren saya baru saja menonton sebuah film yang kata orang-orang sih rame…. saya menonton dengan 7 teman saya diantara mereka ada beberapa yang sudah menonton. Jadi, kali itu mereka menonton untuk kedua kalinya. Begitu tiba disalah satu bioskop di salah satu mall di daerah jakarta barat diantara yang menunggu terdapat banyak anak-anak dengan orang tua mereka.

Ting tong teng… pintu teater satu telah dibuka bagi para pengunjung yang telah memiliki tiket dipersilahkan untuk memasuki arena ruang pertunjukkan… Dan begitu masuk yang keluar pertama adalah PIXAR dan WALT DISNEY… wuih…jaminan keren neh… dalam hati saya bergumam… hehe… dan film yang saya maksud adalah UP

SINOPSIS

up-poster-2

Rumah Terbang

Seorang pensiunan penjual balon bernama Carl Fredricksen (Ed Asner) bertekad untuk pergi ke Amerika Selatan mengendarai rumah yang dibangunnya dengan penuh cinta bersama Ellie, mendiang istrinya. Ide gila Carl ini dilakukannya dengan mengikat banyak sekali balon berwarna-warni di atas atap rumahnya. Ternyata ide gila itu berhasil, rumah Carl terbang!

Nggak hanya Carl saja yang menjadi “penumpang” rumah terbang itu. Ada Russell (Jordan Nagai), bocah pramuka tetangga Carl yang berusia 8 tahun serta anjing kocak bernama Dug (Bob Peterson) dan Kevin, seekor burung tropis yang memiliki leher fleksibel. Bersama merekalah, Carl terbang berpetualang dengan rumahnya menuju Amerika Selatan.

Inspirasi Kakek Tua

Cerita mengenai Carl, seorang kakek tua yang suka ngomel dibuat oleh sutradara dan penulis skenario, Pete Docter karena terinspirasi pada sosok Joe Grant. Joe adalah seorang animator Disney yang sangat dikagumi oleh Pete. “Kekagumanku membuatku berpikir untuk membuat sosok seperti Joe, kakek tua pengomel yang selalu bikin kangen,” kata Pete yang pernah membuat film Monster Inc., Wall E dan Toy Story ini.

Meski film ini mengisahkan tentang seorang kakek tua, bukan berarti ceritanya jadi tua dan nggak bisa dinikmati oleh para remaja. “Seorang kakek tua biasanya memiliki begitu banyak cerita yang bisa dibagi dengan generasi muda. Makanya, cerita ini cocok untuk semua umur,” ungkap Pete yang berharap penonton akan kangen sama kakeknya setelah melihat film ini.

Riset ke Tempat Asli

Perjalanan ke Amerika Selatan yang dilakukan Carl dengan rumahnya ini banyak menampilkan pemandangan indah. Meski ini adalah film animasi, tim pembuat Up sangat serius menggambarkan keindahan pemandangan itu, karena pemandangan yang ada di film adalah nyata. Tim produksi film ini sampai naik Gunung Roraima di Guyana, berkunjung ke air terjun Angel Falls di Venezuela dan pergi ke Kukenan, kuburannya orang Indian.

Selain itu, mereka juga memotret dan merekam kondisi air, jenis batu-batuan, pohon tua sampai bunga-bunga cantik. Niat banget, ya! “Sebenarnya ini seperti mimpi buruk. Berjalan ratusan kilometer hanya untuk mengambil gambar pemandangan. Tapi, kami menginginkan yang terbaik, kami ingin gambar yang dilihat oleh penonton sama bagusnya dengan aslinya,” kata Ronnie Del Carmen, salah seorang tim produksi.

MY OPINION:

Film ini dari pre-opening aja udah bikin penonton terbahak-bahak bercampur sedih… pas masuk opening film 15mnt pertama g terkesan abis… bahkan untuk opening saja menurut saya film tersebut sudah layak menjadi sebuah film. masuk ke babak 2, film ini tetap diisi dengan dialog dan aksi-aksi kocak dari tokoh-tokohnya terutama RUSSEL… babak3 penonton termasuk saya, dibuat terkesan karena ending film benar-benar tidak bisa ditebak. Jangankan ending film, dari scene yang satu ke scene berikutnya pun benar-benar tidak bisa ditebak. Sebagai contoh: ketika kakek FREDRICKSEN sudah terbang bersama rumahnya, lalu ada yang mengetuk pintu rumahnya. siapa sangka kalau itu adalah Russel. Dan siapa yang menyangka kalau Russel akan mengulang dialog “Hi, selamat sore… perkenalkan nama saya russel, saya dari kelompok pecinta alam apakah ada yang bisa saya bantu” semua penonton termasuk saya tertawa saat Russel mengucapkannya sebanyak 3kali.

Kelebihan film ini adalah, ide yang benar-benar fresh dan brilliant. Selain itu kelebihan lainnya adalah teknik animasi yang luar biasa plus pembuatan karakter yang benar-benar khas. Yaitu: Kakek FREDRICKESN, RUSSEL, DUG (anjing yang akhirnya menjadi pahlawan tanpa disadari penonton), ALPHA (Anjing Leader dengan suara yang benar-benar khas), dan masih banyak lagi….

Pokoknya film ini benar-benar recommended untuk ditonton

DAN UNTUK FILM INI SAYA MEMBERI BINTANG:starstarstarstarstar

TIPS TO SUCCES AUDITIONS

SAYA LAGI LIAT-LIAT SITUS LUAR, EH KETEMU TULISAN OK’S…. NEH BUAT YANG MAU BACA

This is a new topic that will eventually make up part of the content of my first Audition seminar. You read it correctly, I will now share with you the Secret to Successful Auditions. Now if I told you I had a secret method to book every job I auditioned for, would you believe me? I HOPE NOT, because I’d be lying. Such a thing doesn’t exist, and if it did, and I had it, I wouldn’t be sitting here writing, I’d be on a film set somewhere too busy to do anything else in my life. By “Successful” I don’t necessarily mean “Getting the Job”. I’m talking about “Success” in a much broader sense: self confidence, contentment, creativity, AND your best shot at booking the gig.

In my opinion, the most damaging thing to an actor’s audition is fixation on the results. When the result of the audtion becomes more important than the process, you’re surely not performing at peak levels. Why? Ask a gold-medal winning Olympic athlete what they were thinking about DURING the event, and I’ll bet NONE of them would tell you they were thinking of the medal. They were arguably not even thinking. They were in the FLOW, DOING, MOVING, CREATING. If you’re thinking about the potential result of what you’re doing, then you’re not focused on the task at hand. Without focus, you can’t possibly give it your best shot.

This principle isn’t new. I talk about it in the Audition tip above, which I wrote 6 years ago. The new Secret to Successful Auditions, which I’ve since discovered for myself, is HOW to stay focused on the PROCESS and not the result. If the result of the audition (getting the job) is really important to you, and has really high stakes for you, that’s what you’ll be focused on. It’s nearly impossible not to think about getting the job if, for example, you need this acting gig to pay the rent, or you identify yourself as an Actor and if you don’t get the job your Ego will be blown to smithereens. Herein lies the Secret: Create an identity for yourself other than an Actor. This serves several purposes:

1. No one wants to see someone “Acting” in an audition (or ever). They want to see the character. They want the perfect manifestation of the character in the script to walk in the door and say the scripted lines. So instead of identifying with Yourself as an Actor, identify with the Character!
2. A strong sense of identity outside of your acting career gives you the confidence, contentment and persepective to know that even if you blow this audition, IT DOESN’T MATTER. No one is going to die, the world will not stop spinning if you don’t get this job. Now a lot of people will disagree with me and say that you need to put 110% into every audition, lust for it, scream, scrape, crawl and cling onto every opportunity, take the bull by the horns and fight for your Love of Acting! Well, that works for some people. But I bet they’re frought with so much insecurity that all the success in the world would not quell their anxiety and hunger. I know. I was that person at one point in my life. Trust me: you don’t need to be an emotional wreck to be a successful actor. With a strong sense of identity, you’re better equipped to put your creative energy into the role, rather than into your own ego.
3. If you do something on the side and it happens to supplement your income, all the better. People can smell desperation, and if you walk into an audition room hungry for the job because you need the money, it will reduce your chances, guaranteed. Even better is if that thing you do on the side gives you a bit of pleasure and props up your ego as well. Now you’ve fortified yourself against the ravages of rejection, and you can walk into an audition with a clean soul, as it were, ready to take on the character in its full depth and intricacy.

In the coming months I’ll be expanding on this tip and adding more. Check back often, this site is growing…

http://www.yeejeetso.com/tips/

WRITTING A SCRIPT

Writing a Script

Maybe it’s a funny incident that happened to you, maybe there’s a political statement that you’d like to make or a painting that has inspired you…whatever the spark, you need to start by getting it down in writing.

Where to start? Before you become too caught up in the ‘correct’ way to do it, jot down a brief description of the story you want to write. Once you’ve captured your idea onto paper, then you can visit the innumerable sites created to help writers turn raw ideas into workable scripts (for links to writing organisations and websites, see our related links: writing).

Once you have received tons of encouragement and suggestions, you need to turn the description you have into an outline or a more technical treatment. The terminology can, at this stage, get confusing, as different approaches to early development are referred to in different ways (such as outlines, synopses, treatments). Don’t get too hung up on which way to go at this stage, as the essential thing is to develop the idea into a structured story that will work as a screenplay.

At this stage, you can start showing your work to other people and getting feedback (ideally from people working in film or television, but you can always use your friends and family). Rework the idea and think about what makes it cinematic. Who are the characters? What is the plot, the premise, the theme? When these components have come together in your mind it’s time to put your story down in script format.

Formatting a script is not an ‘exact science’ but, as you will find, there are industry standards. Production companies and directors are used to scripts that look a certain way, so it is worth getting to grip with industry conventions early on. For links to websites that provide script formatting tools & software, see our related links: writing – script formatting.

It is always worth reading your favourite film scripts for examples of how it is done. There are many sites that can help you track down a free copy of a screenplay online. See our related links: writing – example screenplays.

Sticking to industry standard formatting makes your work look more professional and it will also help to give you a rough idea of the length of the film. Standard formatting roughly equates to a page per minute.

The script format is really only the start and you will need to continue developing your project, responding to criticism and absorbing new ideas into your script. If you are working with film and/or TV professionals, it’s very likely that you will go through a number of drafts. Visit the numerous websites for writers and scriptwriters, if only because writing is often a lonely task and it is healthy to connect into a network to share tips and suggestions that may assist you in the creative process. You can also get feedback on your story via some sites. For scriptwriting organisations, see our related links: writing.
Getting a Professional Response

If you feel that you would like a cold, hard industry response to your script from somewhere in the UK then you might want to pay for a script report from a script reader. See our related links: writing – script reading services.

A great resource available to filmmakers is the monthly Rocliffe New Writing Forum. Run by Rocliffe Production company, the forum is a networking event whereby three selected script extracts of 7-8 minutes in length is rehearsed by professional actors and directors (cast by
the in-house casting directors). A great way to receive effective and honest feedback on your script.

http://www.bbc.co.uk/dna/filmnetwork/filmmakersguidewriting