SCRIPT KOMANDAN CILIK

Cuaca pagi hari di kota Jakarta. Siswa yang diantar orang tua. Siswa yang salim tangan kepada orang tua. Beberapa anak sedang bertugas piket. Ada yang menghapus papan tulis. Merapikan meja guru.

SCENE 1.INT.RUANG KELAS      (MORNING)
Cast: Ibu Guru, Komandan Cilik, Extras

Suasana kelas masih ramai. Ada beberapa anak yang masih berlari-larian di dalam kelas. ada yang sedang menyalin PR dari temannya. Bel tanda masuk kelas berbunyi. Selang beberapa menit kemudian Ibu Guru masuk ke dalam kelas, disusul seorang anak yang datang terlambat.

EXTRAS 1

Maaf Bu, saya terlambat. Ban sepeda saya bocor.

IBU GURU

Ya sudah, duduk.

Anak-anak memberi salam.

IBU GURU (CONT’D)

Anak-anak, untuk hari ini kita akan belajar mengarang. Panjang karangan minimal 10 paragraf. Karangan berisi mengenai cita-cita kalian, dan sertakan alasan mengapa kalian memiliki cita-cita tersebut. Sebagai contoh, dulu waktu kecil ibu bercita-cita menjadi guru karena menjadi seorang guru merupakan pekerjaan yang mulia. Seorang guru bekerja tanpa pamrih untuk mencerdaskan Bangsa dan Negara. Apakah sudah paham semuannya?

MURID-MURID
(Bersama-sama)

Paham Bu…

IBU GURU (CONT’D)

Jika sudah paham, silahkan mulai mengerjakan dan jangan mengganggu temannya!

CUT TO:

SCENE 2.INT.RUANG KELAS      (MORNING)
Cast: Ibu Guru, Komandan Cilik, Extras

Anak-anak mengeluarkan buku latihan dan segera mengerjakan begitupun dengan komandan cilik.

EXTRAS  1
(Berpikir)

Hmm… cita-cita gue ape ye…

CAMERA PEN TO EXTRAS 2

EXTRAS 2

Saya mau jadi dokter, supaya bisa sembuhin orang sakit.

CAMERA MOVE TO EXTRAS 3

EXTRAS 3

Saya mau jadi pemain bola kaya Cristiano Ronaldo.

CAMERA MOVE TO EXTRAS 4

EXTRAS 4

Cita-cita saya mau jadi artis. Saya mau jadi kaya Cinta Laura. Biar tiap hari saya muncul di tv.

CAMERA MOVE TO EXTRAS 1: Extras 1 sedang berpikir keras.

KOMANDAN CILIK
(Tersenyum Kecil)

Saya ingin menjadi seorang polisi. Soalnya polisi hebat, polisi suka nangkepin penjahat.

DISSOLVE TO:

SCENE 3.MONTAGE SCENE AKTIVITAS POLISI

Penjual koran di lampu merah yang menjajakan koran. Detail koran yang berisikan prestasi polisi. Polisi yang sedang mengatur lalu lintas. Polisi yang sedang bertugas mengatur kemacetan. Polisi yang sedang patroli.

KOMANDAN CILIK(CONT’D)
(O.S)

Hampir setiap hari ketika saya lewat di lampu merah saat hendak ke sekolah, saya sering melihat koran-koran yang dijual oleh penjual koran. Di koran-koran itu tertulis besar-besar bagaimana polisi berhasil menangkap teroris, pengedar narkoba, penculik sampai maling di pasar. Setiap hari Pak Polisi selalu nolongin saya, Pak Polisi mengatur lalu lintas supaya tidak macet sehingga saya tidak terlambat datang ke sekolah. Mereka bersiaga sejak pagi-pagi sekali untuk mengatur lalu lintas, yang semakin hari semakin dipenuhi oleh kendaraan. Pak Polisi juga yang sudah berhasil mengembalikan motor ayah saya yang sempat dicuri. Polisi berhasil menangkap pencurinya setelah melakukan operasi pemeriksaan. Dengan operasi pemeriksaan semakin banyak pencuri kendaraan bermotor yang tertangkap selain itu dengan adanya operasi tingkat ketertiban berkendaraan semakin tinggi. Menurut buku yang pernah saya baca, tugas seorang Polisi ada 3. Yang pertama adalah untuk melayani masyarakat. Ketika saya mengantar ayah untuk memperpanjang STNK motornya, saya melihat bagaimana cekatannya polisi yang bekerja disana. Mereka bekerja dengan sangat rapi dan terorganisir. Ayah pernah bilang, dahulu sangat sulit untuk kita memperpanjang stnk sendirian, butuh waktu berhari-hari. Tapi sekarang, perpanjang STNK menjadi lebih mudah dan prosesnya pun cepat.

Selain itu Polisi juga bertugas untuk… un… tukk… loh… loh… kok macet, yah macet dah…

VIDEO EFFECT: Gambar freeze and continue with frame up and down

CUT IN:

SCENE 4.INT.RUANG KELAS      (MORNING)
Cast: Komandan Cilik, Extras

Komandan cilik sedang menggoyang-goyangkan pulpennya.

KOMANDAN CILIK
(Menggoyang-goyangkan pulpen)

Yah,kok macet sih…

Komandan cilik, mengeluarkan isi pulpen dan meniupnya lalu mencoba untuk menulis lagi.

CAMERA ZOOM TO: EXTRAS 1 SEDANG TERTIDUR

Extras 1 tertidur sambil menopang dagunya

EXTRAS 1
(Terantuk, Berteriak)

Aduhh…

IBU GURU
(Tegas)

E1, teman-teman kamu mengerjakan tugas kamu asyik-asyikan tidur. Sekarang kamu berdiri di depan kelas

Extras 1 berjalan ke depan kelas.

IBU GURU(CONT’D)

Angkat satu kaki, pegang kedua telinga dan bilang saya tidak akan tidur lagi dikelas.

Keheningan kelas pecah oleh suara anak-anak yang tertawa menertawakan Extras 1.

BACK TO:

SCENE 5.INT.RUANG KELAS      (MORNING)
Cast: Komandan Cilik, Extras

Komandan cilik meminjam pulpen kepada temannya. Setelah mendapatkan pinjaman ia segera melanjutkan karanganya.

KOMANDAN CILIK(CONT’D)

Selain itu Polisi juga bertugas untuk mengayomi masyarakat.

DISSOLVE TO:

SCENE 6.MONTAGE SCENE AKTIVITAS POLISI

KOMANDAN CILIK(CONT’D)
(O.S)

Saya pernah melihat langsung, saat itu ada seorang turis yang menanyakan jalan kepada seorang Pak Polisi yang tengah bertugas. Dan dengan ramah Pak Polisi memberitahukan jalan yang benar kepada turis tersebut. Selain melayani dan mengayomi polisi juga bertugas untuk melindungi masyarakat. Melindunginya bisa dalam berbagai bentuk, seperti melindungi dari penjahat dan juga melindungi ketika ada bencana seperti kebakaran atau gempa. Saya mau polisi supaya saya bisa mengawal presiden. Saya pernah melihat iring-iringan polisi yang mengawal presiden. Ada yang menggunakan motor besar, mobil polisi, ada juga yang berjaga-jaga. Mereka terlihat begitu gagah dan keren. Dengan menjadi polisi saya bisa naik kendaraan yang tidak semua orang bisa naik, seperti helikopter, mobil polisi dan motor besar. Kata ayah, untuk menjadi seorang polisi yang baik saya harus rajin belajar karena kepandaian merupakan salah satu syarat untuk menjadi seorang polisi yang baik. Selain itu untuk menjadi polisi yang baik dibutuhkan juga kedisiplinan, tubuh jiwa yang sehat serta kejujuran.

SCENE 7.INT.RUANG KELAS      (MORNING)
Cast: Ibu Guru, Komandan Cilik, Extras

Bel pertanda jam usai pun berbunyi.

IBU GURU
(Berjalan ke tengah kelas)

Baik anak-anak, waktunya sudah habis. Komandan tolong kumpulkan karanganya teman-temannya dan bawakan ke meja Ibu.

KOMANDAN CILIK
(Berdiri, Tegas)

Siap Bu…!!!

Komandan cilik mengumpulkan pekerjaan teman-temannya. Komandan memberi aba-aba kepada teman-temannya untuk memberi salam kepada Ibu guru. Ibu Guru keluar disusul Komandan cilik.

CAMERA ZOOM IN EXTRAS 1

END FADE OUT

SUPER RANGER (dalam lima menit)

Super Rangers (dalam Lima Menit)

Super Rangers adalah serial anak-anak di TPI mulai 29 Mei 2009, tiap Sabtu dan Minggu malam. Sepertinya, sang produser dan kawan-kawan berniat untuk membuat tayangan tokusatsu untuk anak-anak.

Kualitas tayangan yang mereka hasilkan jelas mencerminkan persepsi mereka atas penonton serial ini. Tidak usah kita berbicara mengenai anggaran yang minim. Kostum dan peralatan seadanya bukanlah halangan, asalkan skenario dan penggarapannya serius.

Pertanyaannya: seberapa serius dua hal terakhir itu di Super Rangers? Berikut ringkasan episode generiknya. Dalam lima menit.

___________________

EXT. LOKASI OUTDOOR STANDAR NOMOR #1 – SIANG HARI

RINO, LUNA, CIMOT, ICA, dan YURIKEN, lima anak kecil yang tampak belum mampu menalikan sepatu sendiri, mendadak terkena EFEK GRAFIS KOMPUTER.

—REFF #1—-

CLOSE UP pada RINO: ekspresi melongo.

CLOSE UP pada LUNA: melongo juga.

CLOSE UP pada CIMOT: tak kalah melongo.

CLOSE UP pada ICA: kalau ada Olimpiade Melongo, akan memborong medali emas.

CLOSE UP pada YURIKEN: melongo dengan begitu hebatnya sehingga aktor sinetron mana pun yang melihat akan menjura, insyaf, dan berhenti dari dunia “akting”.

—Akhir REFF #1—-

INT. LOKASI STUDIO MURAHAN GENERIK #1- SIANG HARI

ALPHA RANGER:
Kalian sekarang berada di luar angkasa, dalam pesawat saya yang tampaknya terbuat dari kardus.

RINO, LUNA, CIMOT, ICA, dan YURIKEN melongo. (Ulang bagian REFF #1.)

ALPHA RANGER:
Dunia kalian dalam bahaya dan hanya kalian yang bisa menyelamatkannya.

RINO, LUNA, CIMOT, ICA, dan YURIKEN kembali melongo. (Ulang bagian REFF #1.)

ALPHA RANGER:
Kalian adalah orang-orang yang terpilih karena kemampuan kalian.

PENONTON DEWASA #1:
Ya. Lahir sebagai sanak saudara produser itu kemampuan juga, lho.

ALPHA RANGER:
(mendeham)
Kalian akan kuberi kekuatan sebagai Super Rangers! Selamatkanlah Bumi!

RINO, LUNA, CIMOT, ICA, dan YURIKEN lagi-lagi melongo. (Ulang bagian REFF. Dua kali.)

PESAWAT ALPHA RANGER hancur. Anak-anak itu terlempar kembali ke Bumi. Dengan selamat dan nyaman, tentunya.

PENONTON DEWASA #1:
Hancur deh, Bumi.

PENONTON DEWASA #2:
Kalau emang niat nolong Bumi, mbok ya milih pahlawan yang minimal ngomong udah jelas, gitu.

PENONTON ANAK-ANAK:
KEREEEN!

EXT. LOKASI OUTDOOR STANDAR NOMOR #1, CUMAN BEDA BEBERAPA METER – SIANG HARI

MEGATOR:
HAHAHAHAHAHA! Saya tokoh jahat. Dan untuk menunjukkannya, saya akan tertawa keras-keras tanpa alasan setiap ngomong satu dialog. FWAGAHAHAHAHA!

BEJIBUN ANAK BUAH FIGURAN bergerak maju.

RINO, LUNA, CIMOT, ICA, dan YURIKEN:
Kami akan menghentikan kalian!

—REFF #2—-

KAMERA CLOSE UP pada masing-masing anak. Satu demi satu. Adegan tiap anak akan memakan waktu kira-kira 30 detik.

MEGATOR:
(memberi isyarat sambil berbisik pada SEMUA ANAK BUAH FIGURAN)
Ssst! Kumpul semuanya! Bakal lama nih. Kita maen gaple aja dulu.

RINO:
(berpose dengan lemas dan lambat)
Ranger Rino! Kekuatan Dinosaurus!

MEGATOR:
(buang kartu balak enam)
Dengan gerakan seperti itu, pantas saja dinosaurus punah.

YURIKEN:
(berpose dengan semangat seakan-akan baru sembuh dari typhus)
Ranger Yuriken! Kekuatan Gajah Purba!

MEGATOR:
Harus spesifik gajah purba, ya? Nggak bisa gajah aja? Kenapa nggak sekalian “Kekuatan Gajah Lampung Pemain Bola yang Mencetak Gol Terbanyak”?

ICA:
(berpose seperti sedang tes senam dan curi-curi lihat gerakan anak di sebelah)
Ranger Ica! Kekuatan Panda!

MEGATOR:
Emang kekuatan panda apa, sih?

ANAK BUAH FIGURAN #1:
Mereka lambat, pemalas, dan cinta damai. Saking malasnya, tingkat perkawinan dan kelahiran mereka rendah, sehingga terancam punah.

MEGATOR:
Oh, cocok kalau gitu.

CIMOT:
(lebih parah lagi: curi-curi lihat gerakan ICA)
Ranger Cimot! Kekuatan Cheetah!

MEGATOR:
Cheetah yang kena beri-beri, kayaknya.

LUNA:
(bergerak sedemikian kakunya sampai boneka tali saja jadi terasa seanggun penari balet profesional)
Ranger Luna! Kekuatan Bulan Raksasa!

MEGATOR:
Bulan RAKSASA? Emang ada bulan mini?

ANAK BUAH FIGURAN #2:
Mungkin maksudnya yang di langit itu terlihat kecil, Pak. Kalau di layar TV kan diperlihatkannya yang besar. Sampai satu layar penuh tuh.

MEGATOR:
Bukannya itu karena faktor jarak? Aslinya kan emang sudah raksasa? Kenapa nggak sekalian aja, “Kekuatan Bulan Ukuran Sebenarnya–Jangan Tertipu oleh Jarak!” Minimal dengan itu, tayangan ini ada unsur edukasinya. Dikit.

ANAK BUAH FIGURAN #2:
Pak, kayaknya udah beres tuh.

MEGATOR:
Oke. Ayo semuanya!

—Akhir REFF #2—-

RINO, LUNA, CIMOT, ICA, dan YURIKEN sudah berubah jadi Super Rangers, mengenakan helm motor yang dimodifikasi tapi tetap kelonggaran di kepala anak-anak, kostum warna-warni, dan logo RR besar di bagian dada.

MEGATOR:
Lah, Ruper Rangers dong.

ANAK BUAH FIGURAN #1:
Nggak usah dipikirin, Pak. Yang serius nonton serial ini cuman yang belum bisa baca kok.

MEGATOR:
Bukannya sutradara, produser, dan penulis skripnya juga nonton?

ANAK BUAH FIGURAN #1:
Kalau mereka bisa baca, masa skrip kayak gini bisa lolos produksi sih?

MEGATOR:
Betul juga.

ANAK BUAH FIGURAN #1:
Pak, sekarang udah masuk kamera. Ketawanya jangan lupa.

MEGATOR:
Oh, iya. HAHAHAHAHAH! Kalian akan mati!

—REFF #3—

EFEK KOMPUTER GRAFIS mengenai tim SUPER RANGERS.

Dilanjutkan dengan EFEK KOMPUTER GRAFIS mengenai PARA PENJAHAT.

Lantas EFEK KOMPUTER GRAFIS mengenai EFEK KOMPUTER GRAFIS lainnya.

Plus bonus EFEK KOMPUTER GRAFIS di saat tidak diperlukan adanya EFEK KOMPUTER GRAFIS, seakan-akan PRODUSER membayar TIM POST-PRODUCTION dengan sistem borongan dan dapat bonus: beli dua efek grafis komputer gratis satu.

—akhir REFF #3—

MEGATOR:
FWAHAHAHAHAH! WAHAHAHAHAHA! BWAHAAHAHABAHAH!

ANAK BUAH FIGURAN #2:
Nggak usah berlebihan, Pak.

MEGATOR:
Sori. Yang tadi bukan akting, cuman tertawa miris melihat masa depanku sebagai aktor hancur karena tampil di sini.

SEMUA ANAK BUAH FIGURAN BESERTA PARA PENONTON DEWASA:
….
….
…. BWAHAHAHAHAHAHAH! FAHAAWAHAHA!

PENONTON ANAK-ANAK:
KEREEEEEN!

TAMAT.

http://bertanyaataumati.blogspot.com/2009/06/super-rangers-dalam-lima-menit.html

THE TRICKY

Skenario ini mungkin bisa dijadikan referensi. Skenario ini termasuk dalam skenario film pendek, karena durasi untuk film ini sendiri berduras kurang lebih 15menit. Namun berhubung skenario ini hanya dibuat dalam waktu 1malam, jadi apabila ada beberapa kekurangan harap dimaklum. Dan tolong diberi comment-nya… Thank’s

THE TRICKY

CREATED BY:

HIZKIA D’CREATOR

FADE IN:

TEASER

SCENE 1.INT.KAMAR.KOSAN           (NOON)

Cast: Ricky, Hendro

Suasana pagi hari di kos-kosan.

HENDRO(O.S)

Nama gue Hendro. Gue anak teknik di Universitas Garuda Bangsa. Dan ini temen gue, namanya Ricky.

(pause)

CAMERA MOVE TO: RICKY SEDANG MERAPIKAN PAKAIAN.

HENDRO(CONT’D)

Dan ini gue Hendro.

(pause)

CAMERA MOVE TO: Hendro sedang tidur.

HENDRO(CONT’D)

Cerita ini bukan bercerita tentang gue, tapi tentang temen gue Ricky.

CAMERA MOVE TO: Ricky berjalan meninggalkan kamar kos, lalu menutup pintu

CUT TO:

SCENE 2.EXT.MONTAGE SCENE

START MUSIC

MONTAGE: Ricky menyebrang jalan. Keramaian dikampus. Ricky masuk ke ruang rapat.

CAMERA CU: Inisial ruang rapat.

END MUSIC

CUT TO:

SCENE 3.INT.RUANG RAPAT           (NOON)

Cast: Ricky, Alvin, Ira, Anak-anak BEM

Rapat anggota BEM FIKOM berlangsung panas. Alvin memprotes kebijakan Ricky.

ALVIN

(Sinis)

Interupsi. Gue gak setuju dengan ide lo. Ide lo itu udah melenceng dari PROKER kita! 4 bulan lalu kita udah bikin acara amal. Gue pikir alangkah baiknya kalau kita membuat sebuah acara yang lebih ber-impact langsung untuk anak-anak FIKOM.

RICKY

(Suara meninggi)

Terus lo mo buat apa? Gue tau yang ada di pikiran lo! Dari dulu lo mau buat event hura-hura kan! Kenapa sih Vin lo tuh selalu ngotot! Padahal lo sendiri tau kan, kalau dari dulu ide lo itu selalu di reject sama kajur!

ALVIN

Bukan itu maksud gue Ky, maksud gue…

RICKY

(Memotong pembicaraan Alvin)

Terus maksud lo apa!

(pause)

RICKY(CONT’D)

Sekarang kita aklamasi aja, yang setuju ide gue silahkan angkat tangan.

Seluruh peserta rapat mengangkat tangan, kecuali Alvin.

CUT TO:

SCENE 4.INT/EXT.ATM               (NOON)

Cast: Ricky, Extras

Ricky mengecek account di ATM. Jumlah account di rekening Ricky hanya Rp 70.000. Ricky mengambil kartu dan slip ATM-nya.

CUT TO:

SCENE 5.EXT.TERAS.KOS-KOSAN       (NIGHT)

Cast: Ricky, Hendro

Ricky sedang membuat tugas di depan komputer. HP Ricky berbunyi. Ricky mengambil HP-nya yang ada di tempat tidur.

SFX SOUND: Suara ringtone HP Ricky.

RICKY

Halo…

BAPA RICKY(O.S)

Halo nak.

RICKY

(Panik)

Bapa, ada apa Bapa telepon malam-malam? Ibu gak apa-apa kan Pa?

BAPA RICKY(O.S)

Ibu baik-baik saja. Bapa hanya ingin memberitahu, kalau Ibumu besok akan dioperasi. Tapi kamu tidak usah khawatir, kamu fokus saja pada kuliahmu.

RICKY

Baik Pa. Ricky pasti akan belajar dengan serius. Salam untuk ibu ya Pa.

Ricky menutup HP-nya. Ricky termenung. Hendro mengagetkan Ricky.

HENDRO

Kenapa Sob? Ada masalah apa?

RICKY

Gak ada apa-apa kok.

Ricky kembali melanjutkanmembuat tugas di komputer.

CUT TO:

SCENE 6.EXT.LORONG.KAMPUS         (NOON)

Cast: Ricky, Ira, Extras

Ricky baru saja menyelesaikan kelas. Di lorong Ricky melihat Ira.

RICKY

(Berteriak)

Ira…

Ira melihat ke arah Ricky. Ricky berlari ke arah Ira.

IRA POV: Ricky yang berlari kearahnya.

RICKY

Baru beres kelas ya Ra?

IRA

Iya.

RICKY

Kamu pasti laper. Kita makan siang bareng yuk.

IRA

Boleh.

CUT TO:

SCENE 7.INT.KANTIN.KAMPUS         (NOON)

Cast: Ricky, Ira, Extras

Ricky dan Ira asyik menyantap makanan pesanan mereka.

RICKY

Ra, gue boleh minta tolong gak?

IRA

Minta tolong apa?

RICKY

Kalau boleh, aku mau lihat buku keungan BEM.

IRA

(Tersenyum)

Ha…ha… aku kirain kamu mau minta apa. Ya boleh lah, kamu kan ketua BEM.

RICKY

Bukan cuma itu aja sih. Aku juga mau minta tolong yang lain.

IRA

Apa?

RICKY

Aku mau untuk dana amal kita kali ini, kamu buatin anggaran yang lebih besar dari sebelumnya. Kalau bisa 1 juta.

IRA

(Tersedak)

Apa? Itu kan besar banget Ky.

RICKY

Iya sih, tapi panti yang kali ini beda. Anak asuhnya lebih banyak, dan kebetulan mereka bulan ini ada acara. Tapi, mereka janji akan bikin rincian atas dana yang kita kasih. Jadi kamu bisa kan bantuin aku.

Ira menganggukkan kepalanya.

CUT TO:

SCENE 8.INT.SEKRET BEM.KAMPUS     (AFTERNOON)

Cast: Ricky, Ira, Anak-anak BEM

Anak-anak BEM berkumpul di sekret. Ada yang sedang curhat, ada juga yang sedang bercanda saat Ricky dan Ira datang.

GAGAN

Cieh… kayanya makin hari ada yang makin mesra aja nih. Siapin budget buat traktirannya yang gede ya…

RICKY

Ga usah ngaco deh!

CUT TO:

SCENE 9.INT.KAMAR.KOS-KOSAN       (NIGHT)

Cast: Ricky

Ricky duduk di depan komputernya. Ricky membuat surat permohonan panti asuhan yang direkayasa. Ricky mengeprint surat hasil rekayasa.

CAMERA CU: Printer saat mencetak surat panti asuhan yang direkayasa.

RICKY tersenyum kecil.

RICKY POV: Melihat surat rekayasa.

CUT TO:

SCENE 10.INT.SEKRET BEM.KAMPUS    (NOON)

Cast: Ricky, Ira, Anak-anak BEM

Ira berada di meja kerjanya. Ricky datang memberikan surat dari panti asuhan.

RICKY

Ira, ini surat dari panti asuhan yang akan kita beri sumbangan.

IRA

Oke…

Ricky duduk di sebelah Ira. Ricky memandangi Ira dalam-dalam. Ira yang merasa diperhatikan oleh Ricky menjadi salah tingkah.

IRA

Kamu kok ngeliatin akunya kaya gitu sih.

RICKY

Abis kamu cantik banget sih hari ini.

Ricky dan Ira saling memandang. Ricky dan Ira tidak sadar jika beberapa anak BEM ada yang datang ke sekret.

GAGAN

Ehem… untung aja ya kita yang dateng jadi cuma digepin doang. Coba kalau setan yang dateng, ehm ga jamin deh…

RICKY

Iya, setannya ga datang. Yang dateng rajanya setan!

CUT TO:

SCENE 11.EXT.PARKIRAN MOTOR.KAMPUS         (AFTERNOON)

Cast: Alvin, Santo

Alvin duduk di atas motor Santo. Alvin menunggu Santo. Santo berjalan menuju motornya.

CAMERA MOVE TO: Santo berjalan menuju motornya. Santo melihat Alvin di atas motornya.

SANTO POV: Alvin duduk di atas motornya.

SANTO

Ada apa Vin?

ALVIN

Ada yang mau gue tanyain sama lo To.

SANTO

Soal apa?

ALVIN

Em… lo ngerasa gak sih, kalau ada yang aneh sama acara pengumpulan dana amal kali ini.

SANTO

(Berfikir)

Biasa aja ah…

ALVIN

Gini deh, gue punya rencana untuk ngusut hal ini. Tapi masalahnya lo mau bantuin gue gak?

SANTO

Gue mau-mau aja sih. Tapi, emangnya rencana lo apaan sih?

ALVIN

Rencana gue sih…

(dialog di bagian rencana di mute)

ALVIN(CONT’D)

Gimana, lo mau bantuin gue kan?

SANTO

(Menganggukkan kepala)

Oke.

ALVIN

(Berjabat tangan)

Thank’s ya bro…

CUT TO:

SCENE 12.INT/EXT.LORONG.KAMPUS        (NOON)

Cast: Ricky, Ira, Fanny, Extras

START MUSIC

Ricky dan beberapa anggota BEM sedang meminta sumbangan dana. Sesekali Ricky dan Ira saling mencuri pandang.

END MUSIC

CUT TO:

SCENE 13.INT.SEKRET BEM.KAMPUS        (AFTERNOON)

Cast: Ricky, Ira, Fanny

Ricky, Ira dan Fanny menghitung uang yang berhasil dikumpulkan.

RICKY

190, 195, 200, 210.500 Di kotak 1 terkumpul Rp 210.500,00

Ira mencatat uang yang telah dihitung Ricky.

IRA

Kalau di kotak 2 dapet berapa Fan?

FANNY

Di kotak 2 terkumpul Rp 117.200,00

Ira mencatat uang yang telah dihitung Fanny.

IRA

Jadi setelah dijumlahkan, totalnya Rp 327.700,00

RICKY+FANNY

(Bersama-sama)

Alhamdullilah.

CUT TO:

SCENE 14.INT.KOSAN.KAMAR IRA      (NIGHT)

Cast: Ricky, Ira, Hendro

Ricky berdiri di terasnya. Ricky menelepon Ira.

RICKY

Ira, terima kasih ya.

IRA

Terima kasih buat apa?

RICKY

Terima kasih karena kamu udah mau bantuin aku untuk nyuksesin pengumpulan dana amal kita.

IRA

Sama-sama kok. Lagipula itu memang udah jadi tanggung jawab kita sebagai pengurus BEM.

RICKY

Oh iya Ra BTW, anggaran dana amal udah kamu buat sesuai dengan yang aku minta kan.

IRA

Sudah kok.

RICKY

(Tersenyum)

Makasih banget ya Ra, aku jadi makin sayang sama kamu.

CUT TO:

SCENE 15.INT.RUANG RAPAT.KAMPUS       (NOON)

Cast: Ricky, Ira, Santo, Fanny, Extras

Ricky berdiri di depan para anggota BEM. Ricky melaporkan hasil pengumpulan data amal.

RICKY

(Menunjukkan hasil pengumpulan dana)

Jadi seperti yang kita lihat, dari pengumpulan dana amal yang kita laksanakan kemarin berhasil terkumpul Rp 327.700,00. Hasil tersebut ditambah 1 juta dari dana program BEM, jadi total dana yang akan kita sumbangkan adalah Rp. 1.327.700,00.

CAMERA MOVE TO: Anak-anak BEM yang sedang melihat rekapitulasi dana amal dari fotocopy yang telah dibagikan.

RICKY

Dan hari ini juga dana yang telah terkumpul ini akan langsung kita serahkan kepada panti asuhan yang telah kita pilih.

CUT TO:

SCENE 16.MONTAGE SCENE.AKTIVITAS RICKY          (NOON)

Cast: Ricky, Extras

START MUSIC

MONTAGE: Ricky menabungkan hasil dana amal ke rekening pribadinya. Ricky mengecek account di ATM-nya. Ricky mengambil kartu ATM beserta slip ATM. Ricky keluar dari tempat ATM.

END MUSIC

CUT TO:

SCENE 17.INT.KANTIN.KAMPUS        (NOON)

Cast: Alvin, Santo, Fanny

Alvin duduk di kantin bersama Santo dan Fanny. Alvin menceritakan kejanggalan penghitungan dana.

ALVIN

(Menunjuk kertas rekapitulasi dana amal)

Sekarang lo berdua perhatiin. Apa pernah dalam sejarah, kalau BEM mengeluarkan dana kas yang begitu besar untuk dana amal!

SANTO

(Menggelengkan kepalanya)

Sepengetahuan gue, kayanya gak pernah deh.

ALVIN

1 lagi yang bikin gue curiga. Ricky tuh gak pernah ngebahas panti asuhan yang akan menerima dana amal kali ini.

FANNY

Kita gak bisa tinggal diam. Kita harus usut tuntas hal ini.

CUT TO:

SCENE 18.INT.SEKRET BEM.KAMPUS    (NOON)

Cast: Santo, Fanny

Santo dan Fanny mencari bukti-bukti yang mencurigakan di sekret BEM. Santo dan Fanny berhasil menemukan kertas permohonan dari panti asuhan yang direkayasa oleh Ricky.

CUT TO:

SCENE 19.EXT.JALAN RAYA           (NOON)

Cast: Alvin, Santo

START MUSIC

MONTAGE: Alvin dan Santo naik motor di jalan raya. Alvin dan Santo menanyakan alamat. Alvin dan Santo tiba di alamat yang dituju. Pada alamat yang dituju hanya terdapat rumah tua yang hangus terbakar.

END MUSIC

SANTO

Lo yakin ini alamat yang kita cari?

ALVIN

Iya, Jl.Boeing no.75 Jakarta Selatan. Ya ini dia alamatnya.

SANTO

(Merebut kertas alamat)

Coba gue lihat.

SANTO POV: Kertas alamat yang bertuliskan Jl.Boeing no.75 Jakarta Selatan.

SANTO

(Kesal)

Sialan! Kita udah ditipu mentah-mentah sama si Ricky!

Alvin memfoto rumah tua dengan kamera di HP-nya.

ALVIN

(Sambil memfoto, tertawa sinis)

Hm… foto ini akan membungkam mulutnya yang besar itu.

CUT TO:

SCENE 20.INT.RUANG RAPAT.KAMPUS       (NOON)

Cast: Ricky, Ira, Alvin, Santo, Fanny, Extras

Semua anggota BEM berkumpul di ruang rapat. Semua sudah duduk di tempat mereka masing-masing.

RICKY

Selamat siang semuanya. Karena semua sudah berkumpul, kita mulai saja rapat bulanan kita.

(pause)

CAMERA CU: Wajah Alvin, Santo, Fanny.

RICKY(CONT’D)

Pertama-tama kita akan membahas…

ALVIN

(Berdiri, Memotong pembicaraan RICKY)

Kita bahas masalah pengumpulan dana amal yang kita lakukan kemarin.

RICKY

(Kesal, Berdiri)

Lagi-lagi lo Vin! Kenapa sih lo selalu mengacaukan rapat! Apa lo lupa tata cara rapat, atau jangan-jangan lo memang gak diajarin etika sopan santun!

SANTO

(Emosi, Berdiri)

Gue rasa lo yang gak diajarin etika kehidupan!

FANNY

(Berdiri)

Dan seharusnya lo berkaca sama diri lo sendiri sebelum lo ngomong sama orang lain!

RICKY

(Bingung)

Maksud lo apa sih Vin! Lo berdua juga, apa-apaan sih! Udah deh kalian gak usah membuat gue tambah pusing.

(pause)

RICKY(CONT’D)

(Mencoba tenang, duduk)

Sekarang gue minta lo semua duduk, biar kita lanjutin rapatnya.

SANTO

Kita gak akan duduk sebelum lo ngejelasin sama kita, kemana lo bawa duit hasil pengumpulan dana amal kemarin.

RICKY

Kalian mau tau uangnya kemana?! Uangnya udah gue serahin sama panti yang udah kita pilih. Puas!

FANNY

(Tegas)

Kalau gitu kita mau lihat tanda terimanya.

RICKY

(Mencoba tenang)

Sorry gue lupa. Tanda terimanya ketinggalan di kos gue.

ALVIN

Kalau gitu kita mau tau, apa nama panti yang menerima dana amal kita?

RICKY

(Emosi)

Mau kalian apa sih! Belum puas kalian menyudutkan gue dengan pertanyaan-pertanyaan kalian!

ALVIN

(Menunjukkan bukti-bukti)

Belum. Kita belum puas sampai lo menjelaskan tentang semua ini!

Alvin menunjukkan bukti-bukti yang terkumpul. Dari surat permohonan rekayasa hingga foto-foto yang telah di cetaknya dari HP-nya. Alvin melemparkan bukti-bukti ke atas meja.

CAMERA CU: Bukti-bukti yang dilemparkan Alvin ke atas meja.

CUT TO:

SCENE 21.INT.RUANG DEKAN.KAMPUS       (NOON)

Cast: Ricky, Dekan, Kajur

Ricky duduk di tengah ruangan sambil menunduk. Dekan dan Kajur menatap Ricky.

DEKAN POV: Ricky duduk dengan tertunduk.

DEKAN

Setelah mempertimbangkan masalah ini dari berbagai sudut pandang. Dengan sangat menyesal kami harus men Drop-Out saudara.

CUT TO:

SCENE 22.MONTAGE SCENE.AKTIVITAS RICKY     (AFTERNOON)

Cast: Ricky

START MUSIC

MONTAGE: Ricky keluar dari ruang sidang dekan. Ricky berjalan meninggalkan kampus. Ricky berjalan menuju kosan.

INTERCUT

SCENE 23.INT.KAMAR.KOS-KOSAN      (AFTERNOON)

Cast: Ricky, Hendro

Ricky membereskan pakaiannya. Ricky berjabat tangan perpisahan dengan Hendro.

INTERCUT

SCENE 23.EXT.MONTAGE SCENE.AKTIVITAS RICKY      (EVENING)

Cast: Ricky

MONTAGE: Ricky berjalan di pinggir jalan. Suasana Jakarta sore hari. Hendro di atas gedung kampus memperhatikan Ricky berjalan pergi meninggalkan semuanya. Hendro melihat matahari terbenam.

HENDRO POV: Matahari terbenam.

HENDRO(V.O)

Hidup mengalir bagai air. Dan jalannya hidup berputar seperti roda. Kini waktunya kita menentukan, apakah akan berjalan maju seperti roda yang berputar atau mengalir turun seperti air yang mengalir.

Matahari tenggal.

CAMERA TURN TO: BEHIND HENDRO

FREEZE

SEGALA PENG-COPYAN DAN PENGUTIPAN ISI DARI WEBLOG INI HARAP MENCANTUMKAN LINK WEBLOG INI.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.