SCRIPT KOMANDAN CILIK

Cuaca pagi hari di kota Jakarta. Siswa yang diantar orang tua. Siswa yang salim tangan kepada orang tua. Beberapa anak sedang bertugas piket. Ada yang menghapus papan tulis. Merapikan meja guru.

SCENE 1.INT.RUANG KELAS      (MORNING)
Cast: Ibu Guru, Komandan Cilik, Extras

Suasana kelas masih ramai. Ada beberapa anak yang masih berlari-larian di dalam kelas. ada yang sedang menyalin PR dari temannya. Bel tanda masuk kelas berbunyi. Selang beberapa menit kemudian Ibu Guru masuk ke dalam kelas, disusul seorang anak yang datang terlambat.

EXTRAS 1

Maaf Bu, saya terlambat. Ban sepeda saya bocor.

IBU GURU

Ya sudah, duduk.

Anak-anak memberi salam.

IBU GURU (CONT’D)

Anak-anak, untuk hari ini kita akan belajar mengarang. Panjang karangan minimal 10 paragraf. Karangan berisi mengenai cita-cita kalian, dan sertakan alasan mengapa kalian memiliki cita-cita tersebut. Sebagai contoh, dulu waktu kecil ibu bercita-cita menjadi guru karena menjadi seorang guru merupakan pekerjaan yang mulia. Seorang guru bekerja tanpa pamrih untuk mencerdaskan Bangsa dan Negara. Apakah sudah paham semuannya?

MURID-MURID
(Bersama-sama)

Paham Bu…

IBU GURU (CONT’D)

Jika sudah paham, silahkan mulai mengerjakan dan jangan mengganggu temannya!

CUT TO:

SCENE 2.INT.RUANG KELAS      (MORNING)
Cast: Ibu Guru, Komandan Cilik, Extras

Anak-anak mengeluarkan buku latihan dan segera mengerjakan begitupun dengan komandan cilik.

EXTRAS  1
(Berpikir)

Hmm… cita-cita gue ape ye…

CAMERA PEN TO EXTRAS 2

EXTRAS 2

Saya mau jadi dokter, supaya bisa sembuhin orang sakit.

CAMERA MOVE TO EXTRAS 3

EXTRAS 3

Saya mau jadi pemain bola kaya Cristiano Ronaldo.

CAMERA MOVE TO EXTRAS 4

EXTRAS 4

Cita-cita saya mau jadi artis. Saya mau jadi kaya Cinta Laura. Biar tiap hari saya muncul di tv.

CAMERA MOVE TO EXTRAS 1: Extras 1 sedang berpikir keras.

KOMANDAN CILIK
(Tersenyum Kecil)

Saya ingin menjadi seorang polisi. Soalnya polisi hebat, polisi suka nangkepin penjahat.

DISSOLVE TO:

SCENE 3.MONTAGE SCENE AKTIVITAS POLISI

Penjual koran di lampu merah yang menjajakan koran. Detail koran yang berisikan prestasi polisi. Polisi yang sedang mengatur lalu lintas. Polisi yang sedang bertugas mengatur kemacetan. Polisi yang sedang patroli.

KOMANDAN CILIK(CONT’D)
(O.S)

Hampir setiap hari ketika saya lewat di lampu merah saat hendak ke sekolah, saya sering melihat koran-koran yang dijual oleh penjual koran. Di koran-koran itu tertulis besar-besar bagaimana polisi berhasil menangkap teroris, pengedar narkoba, penculik sampai maling di pasar. Setiap hari Pak Polisi selalu nolongin saya, Pak Polisi mengatur lalu lintas supaya tidak macet sehingga saya tidak terlambat datang ke sekolah. Mereka bersiaga sejak pagi-pagi sekali untuk mengatur lalu lintas, yang semakin hari semakin dipenuhi oleh kendaraan. Pak Polisi juga yang sudah berhasil mengembalikan motor ayah saya yang sempat dicuri. Polisi berhasil menangkap pencurinya setelah melakukan operasi pemeriksaan. Dengan operasi pemeriksaan semakin banyak pencuri kendaraan bermotor yang tertangkap selain itu dengan adanya operasi tingkat ketertiban berkendaraan semakin tinggi. Menurut buku yang pernah saya baca, tugas seorang Polisi ada 3. Yang pertama adalah untuk melayani masyarakat. Ketika saya mengantar ayah untuk memperpanjang STNK motornya, saya melihat bagaimana cekatannya polisi yang bekerja disana. Mereka bekerja dengan sangat rapi dan terorganisir. Ayah pernah bilang, dahulu sangat sulit untuk kita memperpanjang stnk sendirian, butuh waktu berhari-hari. Tapi sekarang, perpanjang STNK menjadi lebih mudah dan prosesnya pun cepat.

Selain itu Polisi juga bertugas untuk… un… tukk… loh… loh… kok macet, yah macet dah…

VIDEO EFFECT: Gambar freeze and continue with frame up and down

CUT IN:

SCENE 4.INT.RUANG KELAS      (MORNING)
Cast: Komandan Cilik, Extras

Komandan cilik sedang menggoyang-goyangkan pulpennya.

KOMANDAN CILIK
(Menggoyang-goyangkan pulpen)

Yah,kok macet sih…

Komandan cilik, mengeluarkan isi pulpen dan meniupnya lalu mencoba untuk menulis lagi.

CAMERA ZOOM TO: EXTRAS 1 SEDANG TERTIDUR

Extras 1 tertidur sambil menopang dagunya

EXTRAS 1
(Terantuk, Berteriak)

Aduhh…

IBU GURU
(Tegas)

E1, teman-teman kamu mengerjakan tugas kamu asyik-asyikan tidur. Sekarang kamu berdiri di depan kelas

Extras 1 berjalan ke depan kelas.

IBU GURU(CONT’D)

Angkat satu kaki, pegang kedua telinga dan bilang saya tidak akan tidur lagi dikelas.

Keheningan kelas pecah oleh suara anak-anak yang tertawa menertawakan Extras 1.

BACK TO:

SCENE 5.INT.RUANG KELAS      (MORNING)
Cast: Komandan Cilik, Extras

Komandan cilik meminjam pulpen kepada temannya. Setelah mendapatkan pinjaman ia segera melanjutkan karanganya.

KOMANDAN CILIK(CONT’D)

Selain itu Polisi juga bertugas untuk mengayomi masyarakat.

DISSOLVE TO:

SCENE 6.MONTAGE SCENE AKTIVITAS POLISI

KOMANDAN CILIK(CONT’D)
(O.S)

Saya pernah melihat langsung, saat itu ada seorang turis yang menanyakan jalan kepada seorang Pak Polisi yang tengah bertugas. Dan dengan ramah Pak Polisi memberitahukan jalan yang benar kepada turis tersebut. Selain melayani dan mengayomi polisi juga bertugas untuk melindungi masyarakat. Melindunginya bisa dalam berbagai bentuk, seperti melindungi dari penjahat dan juga melindungi ketika ada bencana seperti kebakaran atau gempa. Saya mau polisi supaya saya bisa mengawal presiden. Saya pernah melihat iring-iringan polisi yang mengawal presiden. Ada yang menggunakan motor besar, mobil polisi, ada juga yang berjaga-jaga. Mereka terlihat begitu gagah dan keren. Dengan menjadi polisi saya bisa naik kendaraan yang tidak semua orang bisa naik, seperti helikopter, mobil polisi dan motor besar. Kata ayah, untuk menjadi seorang polisi yang baik saya harus rajin belajar karena kepandaian merupakan salah satu syarat untuk menjadi seorang polisi yang baik. Selain itu untuk menjadi polisi yang baik dibutuhkan juga kedisiplinan, tubuh jiwa yang sehat serta kejujuran.

SCENE 7.INT.RUANG KELAS      (MORNING)
Cast: Ibu Guru, Komandan Cilik, Extras

Bel pertanda jam usai pun berbunyi.

IBU GURU
(Berjalan ke tengah kelas)

Baik anak-anak, waktunya sudah habis. Komandan tolong kumpulkan karanganya teman-temannya dan bawakan ke meja Ibu.

KOMANDAN CILIK
(Berdiri, Tegas)

Siap Bu…!!!

Komandan cilik mengumpulkan pekerjaan teman-temannya. Komandan memberi aba-aba kepada teman-temannya untuk memberi salam kepada Ibu guru. Ibu Guru keluar disusul Komandan cilik.

CAMERA ZOOM IN EXTRAS 1

END FADE OUT

IDE UNTUK KEPOLISIAN (POLICE FOR TOURISM)

Mengingat kondisi saat ini, dimana kepolisisan tengah menjadi sorotan di mata publik. Alangkah baiknya polisi berusaha melakukan yang terbaik yang bisa dilakukan secara langsung guna memperoleh simpatik masyarakat, daripada sekedar memperbaiki citra kepolisian dengan promosi dan lainnya. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan, diantaranya :

1. Membuka layanan aduan melalui sms. Dengan sms masyarakat dimudahkan untuk memperoleh informasi maupun memberikan informasi mengenai kejadian di lapangan.

2. Memperbanyak polisi-polisi yang berpatroli. Berpatroli dengan menggunakan kendaraan roda dua lebih efektif dibandingkan dengan berpatroli menggunakan roda empat.

3. Lomba-lomba seperti yang diadakan oleh kepolisian dan markplus menjadi salah satu cara yang sangat kreatif.

4. Open house untuk anak-anak pelajar (SD,SMP, SMA) bagaimana aktifitas kepolisian dan pendekatan secara langsung dengan memberitahukan sangsi-sangsi apa yang diberikan terhadap pelanggaran tindak pidana ringan dan berat.

5. Membuat film-film yang menceritkan mengenai kepolisian, aktifitas kepolisian dan aksi-aksi heroik kepolisian.

6. Memberikan pertolongan, keamanan dan kenyamanan terhadap touris-touris asing yang sedang jalan-jalan ke indonesia. Dengan cara membuka pos-pos pelayanan di tempat-tempat yang banyak dikunjungi oleh turis asing.

GANESHA FILM FESTIVAL KE-2 (GANFFEST)

Waktu saya jalan-jalan untuk cari-cari ide… ada 1 teks yang menarik saya…. teks itu adalah Ganffest… ini kutipan yang saya dapat dari kamar sebelah…

ABOUT GANFFEST

GANFFEST pertama kali diadakan pada Februari 2008. Pada saat itu ruang lingkup GANFFEST hanya seputar Pulau Jawa dan Bali, namun telah berhasil mendapat respon positif dari para film-maker. Melihat kesuksesan yang telah dicapai pada GANFFEST 2008 ini, LFM menjadikan GANFFEST sebagai acara dua tahunan yang akan dilaksanakan kembali pada bulan Februari 2010.

Tema yang diambil dalam acara ganffest 2010 adalah “Art Futuristic”.

GANFFEST adalah event apresiasi film indie yang merupakan suatu bentuk karya dari seni/art yang kreatif. Dalam proses produksi dan distribusi film indie tidak dapat terlepas dari sentuhan teknologi. Teknologi seharusnya dapat selalu memudahkan kehidupan manusia dan dapat diaplikasikan di mana saja, termasuk untuk mendukung pembuatan film indie. Di masa depan, sentuhan teknologi ini diharapkan dapat mendukung perwujudan ide dan visi kreatif dari para film maker.

SYARAT PENDAFTARAN

* Peserta adalah umum

* Peserta adalah pemegang hak cipta atas film/karya yang diikutsertakan dalam festival

* Berdurasi 5-30 menit (termasuk credit title) bagi kategori film fiksi

* Berdurasi maksimal 5 menit (termasuk credit title) bagi kategori film video art dan animasi

* Berdurasi 1 menit untuk kategori one minute video

* Kategori film adalah fiksi dengan tema film bebas

* Film dikirim dalam bentuk DVD / MiniDV PAL beserta:

o Formulir yang telah diisi lengkap

o Poster/sampul film (print out & file data *.jpeg ukuran A3)

o Trailer dengan durasi 0.5-1 menit

* Peserta diperkenankan mengirimkan lebih dari 1 (satu) film dengan memenuhi persyaratan masing-masing.

* Apabila bahasa asli dari film bukan Bahasa Indonesia/Bahasa Inggris, maka film wajib diberi subtitle dalam Bahasa Indonesia/Bahasa Inggris.

* Film yang dikirimkan berhak disiarkan atau ditayangkan oleh panitia untuk keperluan screening.

* Peserta yang sudah mendaftar dan mengirimkan filmnya berarti bersedia apabila materi dan potongan film digunakan oleh panitia untuk keperluan promosi dan bumper acara.

* Karya yang telah dikirimkan menjadi hak milik database panitia penyelenggara.

* Film bukan merupakan profil industri/perusahaan, iklan televisi, iklan layanan masyarakat, dan video musik.

* Penggunaan materi film yang berasal dari karya pihak lain (seperti: musik latar dan/atau potongan gambar/footage) harus disertai izin khusus dari pihak yang terkait.

* Calling entry dibuka pada tanggal 28 juli 2009 dan ditutup pada tanggal 8 Desember 2009.

* Kemas berkas pendaftaran Anda, yang terdiri dari formulir pendaftaran, dan semua kelengkapan wajib, dalam satu amplop tertutup. Jangan lupa tulis alamat pengirim maupun penerima dengan jelas.

* Kirim pendaftaran Anda ke Sekretariat Ganffest 2010 melalui pos, agen pengiriman, maupun diantar langsung sebelum tanggal 8 Desember 2010.

* Periksa situs web GANFFEST untuk melihat apakah pendaftaran Anda sudah diterima atau belum.

* Hasil pengkurasian terdiri dari peserta yang terpilih sebagai official selection Ganffest 2010 dimana peserta tersebut harus mengirimkan ide film pendek baru yang akan dijurikan kembali dan berhak mengikuti workshop writing dan directing yang diselenggarakan oleh panitia Ganffest.

* Hasil pengkurasian Ganffest akan diumumkan pada tanggal 30 Januari 2010.

* Film yang terpilih sebagai official selection akan dijurikan kembali dan hasil penjurian akan diumumkan pada malam award pada tanggal 28 Februari 2010

* Hasil penjurian tidak dapat diganggu gugat.

Untuk lebih jelas silahkan kunjungi http://www.lfm.itb.ac.id/ganffest/index.html atau silahkan klik disini.

ayo, kita ramai-ramai ikut ganffest. acara seperti inilah yang dapat menghapus dahaga para pembuat film amatir/ yang anak-anak muda yang ingin belajar berkreasi dalam film.

UP…

Kemaren saya baru saja menonton sebuah film yang kata orang-orang sih rame…. saya menonton dengan 7 teman saya diantara mereka ada beberapa yang sudah menonton. Jadi, kali itu mereka menonton untuk kedua kalinya. Begitu tiba disalah satu bioskop di salah satu mall di daerah jakarta barat diantara yang menunggu terdapat banyak anak-anak dengan orang tua mereka.

Ting tong teng… pintu teater satu telah dibuka bagi para pengunjung yang telah memiliki tiket dipersilahkan untuk memasuki arena ruang pertunjukkan… Dan begitu masuk yang keluar pertama adalah PIXAR dan WALT DISNEY… wuih…jaminan keren neh… dalam hati saya bergumam… hehe… dan film yang saya maksud adalah UP

SINOPSIS

up-poster-2

Rumah Terbang

Seorang pensiunan penjual balon bernama Carl Fredricksen (Ed Asner) bertekad untuk pergi ke Amerika Selatan mengendarai rumah yang dibangunnya dengan penuh cinta bersama Ellie, mendiang istrinya. Ide gila Carl ini dilakukannya dengan mengikat banyak sekali balon berwarna-warni di atas atap rumahnya. Ternyata ide gila itu berhasil, rumah Carl terbang!

Nggak hanya Carl saja yang menjadi “penumpang” rumah terbang itu. Ada Russell (Jordan Nagai), bocah pramuka tetangga Carl yang berusia 8 tahun serta anjing kocak bernama Dug (Bob Peterson) dan Kevin, seekor burung tropis yang memiliki leher fleksibel. Bersama merekalah, Carl terbang berpetualang dengan rumahnya menuju Amerika Selatan.

Inspirasi Kakek Tua

Cerita mengenai Carl, seorang kakek tua yang suka ngomel dibuat oleh sutradara dan penulis skenario, Pete Docter karena terinspirasi pada sosok Joe Grant. Joe adalah seorang animator Disney yang sangat dikagumi oleh Pete. “Kekagumanku membuatku berpikir untuk membuat sosok seperti Joe, kakek tua pengomel yang selalu bikin kangen,” kata Pete yang pernah membuat film Monster Inc., Wall E dan Toy Story ini.

Meski film ini mengisahkan tentang seorang kakek tua, bukan berarti ceritanya jadi tua dan nggak bisa dinikmati oleh para remaja. “Seorang kakek tua biasanya memiliki begitu banyak cerita yang bisa dibagi dengan generasi muda. Makanya, cerita ini cocok untuk semua umur,” ungkap Pete yang berharap penonton akan kangen sama kakeknya setelah melihat film ini.

Riset ke Tempat Asli

Perjalanan ke Amerika Selatan yang dilakukan Carl dengan rumahnya ini banyak menampilkan pemandangan indah. Meski ini adalah film animasi, tim pembuat Up sangat serius menggambarkan keindahan pemandangan itu, karena pemandangan yang ada di film adalah nyata. Tim produksi film ini sampai naik Gunung Roraima di Guyana, berkunjung ke air terjun Angel Falls di Venezuela dan pergi ke Kukenan, kuburannya orang Indian.

Selain itu, mereka juga memotret dan merekam kondisi air, jenis batu-batuan, pohon tua sampai bunga-bunga cantik. Niat banget, ya! “Sebenarnya ini seperti mimpi buruk. Berjalan ratusan kilometer hanya untuk mengambil gambar pemandangan. Tapi, kami menginginkan yang terbaik, kami ingin gambar yang dilihat oleh penonton sama bagusnya dengan aslinya,” kata Ronnie Del Carmen, salah seorang tim produksi.

MY OPINION:

Film ini dari pre-opening aja udah bikin penonton terbahak-bahak bercampur sedih… pas masuk opening film 15mnt pertama g terkesan abis… bahkan untuk opening saja menurut saya film tersebut sudah layak menjadi sebuah film. masuk ke babak 2, film ini tetap diisi dengan dialog dan aksi-aksi kocak dari tokoh-tokohnya terutama RUSSEL… babak3 penonton termasuk saya, dibuat terkesan karena ending film benar-benar tidak bisa ditebak. Jangankan ending film, dari scene yang satu ke scene berikutnya pun benar-benar tidak bisa ditebak. Sebagai contoh: ketika kakek FREDRICKSEN sudah terbang bersama rumahnya, lalu ada yang mengetuk pintu rumahnya. siapa sangka kalau itu adalah Russel. Dan siapa yang menyangka kalau Russel akan mengulang dialog “Hi, selamat sore… perkenalkan nama saya russel, saya dari kelompok pecinta alam apakah ada yang bisa saya bantu” semua penonton termasuk saya tertawa saat Russel mengucapkannya sebanyak 3kali.

Kelebihan film ini adalah, ide yang benar-benar fresh dan brilliant. Selain itu kelebihan lainnya adalah teknik animasi yang luar biasa plus pembuatan karakter yang benar-benar khas. Yaitu: Kakek FREDRICKESN, RUSSEL, DUG (anjing yang akhirnya menjadi pahlawan tanpa disadari penonton), ALPHA (Anjing Leader dengan suara yang benar-benar khas), dan masih banyak lagi….

Pokoknya film ini benar-benar recommended untuk ditonton

DAN UNTUK FILM INI SAYA MEMBERI BINTANG:starstarstarstarstar

TIPS TO SUCCES AUDITIONS

SAYA LAGI LIAT-LIAT SITUS LUAR, EH KETEMU TULISAN OK’S…. NEH BUAT YANG MAU BACA

This is a new topic that will eventually make up part of the content of my first Audition seminar. You read it correctly, I will now share with you the Secret to Successful Auditions. Now if I told you I had a secret method to book every job I auditioned for, would you believe me? I HOPE NOT, because I’d be lying. Such a thing doesn’t exist, and if it did, and I had it, I wouldn’t be sitting here writing, I’d be on a film set somewhere too busy to do anything else in my life. By “Successful” I don’t necessarily mean “Getting the Job”. I’m talking about “Success” in a much broader sense: self confidence, contentment, creativity, AND your best shot at booking the gig.

In my opinion, the most damaging thing to an actor’s audition is fixation on the results. When the result of the audtion becomes more important than the process, you’re surely not performing at peak levels. Why? Ask a gold-medal winning Olympic athlete what they were thinking about DURING the event, and I’ll bet NONE of them would tell you they were thinking of the medal. They were arguably not even thinking. They were in the FLOW, DOING, MOVING, CREATING. If you’re thinking about the potential result of what you’re doing, then you’re not focused on the task at hand. Without focus, you can’t possibly give it your best shot.

This principle isn’t new. I talk about it in the Audition tip above, which I wrote 6 years ago. The new Secret to Successful Auditions, which I’ve since discovered for myself, is HOW to stay focused on the PROCESS and not the result. If the result of the audition (getting the job) is really important to you, and has really high stakes for you, that’s what you’ll be focused on. It’s nearly impossible not to think about getting the job if, for example, you need this acting gig to pay the rent, or you identify yourself as an Actor and if you don’t get the job your Ego will be blown to smithereens. Herein lies the Secret: Create an identity for yourself other than an Actor. This serves several purposes:

1. No one wants to see someone “Acting” in an audition (or ever). They want to see the character. They want the perfect manifestation of the character in the script to walk in the door and say the scripted lines. So instead of identifying with Yourself as an Actor, identify with the Character!
2. A strong sense of identity outside of your acting career gives you the confidence, contentment and persepective to know that even if you blow this audition, IT DOESN’T MATTER. No one is going to die, the world will not stop spinning if you don’t get this job. Now a lot of people will disagree with me and say that you need to put 110% into every audition, lust for it, scream, scrape, crawl and cling onto every opportunity, take the bull by the horns and fight for your Love of Acting! Well, that works for some people. But I bet they’re frought with so much insecurity that all the success in the world would not quell their anxiety and hunger. I know. I was that person at one point in my life. Trust me: you don’t need to be an emotional wreck to be a successful actor. With a strong sense of identity, you’re better equipped to put your creative energy into the role, rather than into your own ego.
3. If you do something on the side and it happens to supplement your income, all the better. People can smell desperation, and if you walk into an audition room hungry for the job because you need the money, it will reduce your chances, guaranteed. Even better is if that thing you do on the side gives you a bit of pleasure and props up your ego as well. Now you’ve fortified yourself against the ravages of rejection, and you can walk into an audition with a clean soul, as it were, ready to take on the character in its full depth and intricacy.

In the coming months I’ll be expanding on this tip and adding more. Check back often, this site is growing…

http://www.yeejeetso.com/tips/

WRITTING A SCRIPT

Writing a Script

Maybe it’s a funny incident that happened to you, maybe there’s a political statement that you’d like to make or a painting that has inspired you…whatever the spark, you need to start by getting it down in writing.

Where to start? Before you become too caught up in the ‘correct’ way to do it, jot down a brief description of the story you want to write. Once you’ve captured your idea onto paper, then you can visit the innumerable sites created to help writers turn raw ideas into workable scripts (for links to writing organisations and websites, see our related links: writing).

Once you have received tons of encouragement and suggestions, you need to turn the description you have into an outline or a more technical treatment. The terminology can, at this stage, get confusing, as different approaches to early development are referred to in different ways (such as outlines, synopses, treatments). Don’t get too hung up on which way to go at this stage, as the essential thing is to develop the idea into a structured story that will work as a screenplay.

At this stage, you can start showing your work to other people and getting feedback (ideally from people working in film or television, but you can always use your friends and family). Rework the idea and think about what makes it cinematic. Who are the characters? What is the plot, the premise, the theme? When these components have come together in your mind it’s time to put your story down in script format.

Formatting a script is not an ‘exact science’ but, as you will find, there are industry standards. Production companies and directors are used to scripts that look a certain way, so it is worth getting to grip with industry conventions early on. For links to websites that provide script formatting tools & software, see our related links: writing – script formatting.

It is always worth reading your favourite film scripts for examples of how it is done. There are many sites that can help you track down a free copy of a screenplay online. See our related links: writing – example screenplays.

Sticking to industry standard formatting makes your work look more professional and it will also help to give you a rough idea of the length of the film. Standard formatting roughly equates to a page per minute.

The script format is really only the start and you will need to continue developing your project, responding to criticism and absorbing new ideas into your script. If you are working with film and/or TV professionals, it’s very likely that you will go through a number of drafts. Visit the numerous websites for writers and scriptwriters, if only because writing is often a lonely task and it is healthy to connect into a network to share tips and suggestions that may assist you in the creative process. You can also get feedback on your story via some sites. For scriptwriting organisations, see our related links: writing.
Getting a Professional Response

If you feel that you would like a cold, hard industry response to your script from somewhere in the UK then you might want to pay for a script report from a script reader. See our related links: writing – script reading services.

A great resource available to filmmakers is the monthly Rocliffe New Writing Forum. Run by Rocliffe Production company, the forum is a networking event whereby three selected script extracts of 7-8 minutes in length is rehearsed by professional actors and directors (cast by
the in-house casting directors). A great way to receive effective and honest feedback on your script.

http://www.bbc.co.uk/dna/filmnetwork/filmmakersguidewriting

SUPER RANGER (dalam lima menit)

Super Rangers (dalam Lima Menit)

Super Rangers adalah serial anak-anak di TPI mulai 29 Mei 2009, tiap Sabtu dan Minggu malam. Sepertinya, sang produser dan kawan-kawan berniat untuk membuat tayangan tokusatsu untuk anak-anak.

Kualitas tayangan yang mereka hasilkan jelas mencerminkan persepsi mereka atas penonton serial ini. Tidak usah kita berbicara mengenai anggaran yang minim. Kostum dan peralatan seadanya bukanlah halangan, asalkan skenario dan penggarapannya serius.

Pertanyaannya: seberapa serius dua hal terakhir itu di Super Rangers? Berikut ringkasan episode generiknya. Dalam lima menit.

___________________

EXT. LOKASI OUTDOOR STANDAR NOMOR #1 – SIANG HARI

RINO, LUNA, CIMOT, ICA, dan YURIKEN, lima anak kecil yang tampak belum mampu menalikan sepatu sendiri, mendadak terkena EFEK GRAFIS KOMPUTER.

—REFF #1—-

CLOSE UP pada RINO: ekspresi melongo.

CLOSE UP pada LUNA: melongo juga.

CLOSE UP pada CIMOT: tak kalah melongo.

CLOSE UP pada ICA: kalau ada Olimpiade Melongo, akan memborong medali emas.

CLOSE UP pada YURIKEN: melongo dengan begitu hebatnya sehingga aktor sinetron mana pun yang melihat akan menjura, insyaf, dan berhenti dari dunia “akting”.

—Akhir REFF #1—-

INT. LOKASI STUDIO MURAHAN GENERIK #1- SIANG HARI

ALPHA RANGER:
Kalian sekarang berada di luar angkasa, dalam pesawat saya yang tampaknya terbuat dari kardus.

RINO, LUNA, CIMOT, ICA, dan YURIKEN melongo. (Ulang bagian REFF #1.)

ALPHA RANGER:
Dunia kalian dalam bahaya dan hanya kalian yang bisa menyelamatkannya.

RINO, LUNA, CIMOT, ICA, dan YURIKEN kembali melongo. (Ulang bagian REFF #1.)

ALPHA RANGER:
Kalian adalah orang-orang yang terpilih karena kemampuan kalian.

PENONTON DEWASA #1:
Ya. Lahir sebagai sanak saudara produser itu kemampuan juga, lho.

ALPHA RANGER:
(mendeham)
Kalian akan kuberi kekuatan sebagai Super Rangers! Selamatkanlah Bumi!

RINO, LUNA, CIMOT, ICA, dan YURIKEN lagi-lagi melongo. (Ulang bagian REFF. Dua kali.)

PESAWAT ALPHA RANGER hancur. Anak-anak itu terlempar kembali ke Bumi. Dengan selamat dan nyaman, tentunya.

PENONTON DEWASA #1:
Hancur deh, Bumi.

PENONTON DEWASA #2:
Kalau emang niat nolong Bumi, mbok ya milih pahlawan yang minimal ngomong udah jelas, gitu.

PENONTON ANAK-ANAK:
KEREEEN!

EXT. LOKASI OUTDOOR STANDAR NOMOR #1, CUMAN BEDA BEBERAPA METER – SIANG HARI

MEGATOR:
HAHAHAHAHAHA! Saya tokoh jahat. Dan untuk menunjukkannya, saya akan tertawa keras-keras tanpa alasan setiap ngomong satu dialog. FWAGAHAHAHAHA!

BEJIBUN ANAK BUAH FIGURAN bergerak maju.

RINO, LUNA, CIMOT, ICA, dan YURIKEN:
Kami akan menghentikan kalian!

—REFF #2—-

KAMERA CLOSE UP pada masing-masing anak. Satu demi satu. Adegan tiap anak akan memakan waktu kira-kira 30 detik.

MEGATOR:
(memberi isyarat sambil berbisik pada SEMUA ANAK BUAH FIGURAN)
Ssst! Kumpul semuanya! Bakal lama nih. Kita maen gaple aja dulu.

RINO:
(berpose dengan lemas dan lambat)
Ranger Rino! Kekuatan Dinosaurus!

MEGATOR:
(buang kartu balak enam)
Dengan gerakan seperti itu, pantas saja dinosaurus punah.

YURIKEN:
(berpose dengan semangat seakan-akan baru sembuh dari typhus)
Ranger Yuriken! Kekuatan Gajah Purba!

MEGATOR:
Harus spesifik gajah purba, ya? Nggak bisa gajah aja? Kenapa nggak sekalian “Kekuatan Gajah Lampung Pemain Bola yang Mencetak Gol Terbanyak”?

ICA:
(berpose seperti sedang tes senam dan curi-curi lihat gerakan anak di sebelah)
Ranger Ica! Kekuatan Panda!

MEGATOR:
Emang kekuatan panda apa, sih?

ANAK BUAH FIGURAN #1:
Mereka lambat, pemalas, dan cinta damai. Saking malasnya, tingkat perkawinan dan kelahiran mereka rendah, sehingga terancam punah.

MEGATOR:
Oh, cocok kalau gitu.

CIMOT:
(lebih parah lagi: curi-curi lihat gerakan ICA)
Ranger Cimot! Kekuatan Cheetah!

MEGATOR:
Cheetah yang kena beri-beri, kayaknya.

LUNA:
(bergerak sedemikian kakunya sampai boneka tali saja jadi terasa seanggun penari balet profesional)
Ranger Luna! Kekuatan Bulan Raksasa!

MEGATOR:
Bulan RAKSASA? Emang ada bulan mini?

ANAK BUAH FIGURAN #2:
Mungkin maksudnya yang di langit itu terlihat kecil, Pak. Kalau di layar TV kan diperlihatkannya yang besar. Sampai satu layar penuh tuh.

MEGATOR:
Bukannya itu karena faktor jarak? Aslinya kan emang sudah raksasa? Kenapa nggak sekalian aja, “Kekuatan Bulan Ukuran Sebenarnya–Jangan Tertipu oleh Jarak!” Minimal dengan itu, tayangan ini ada unsur edukasinya. Dikit.

ANAK BUAH FIGURAN #2:
Pak, kayaknya udah beres tuh.

MEGATOR:
Oke. Ayo semuanya!

—Akhir REFF #2—-

RINO, LUNA, CIMOT, ICA, dan YURIKEN sudah berubah jadi Super Rangers, mengenakan helm motor yang dimodifikasi tapi tetap kelonggaran di kepala anak-anak, kostum warna-warni, dan logo RR besar di bagian dada.

MEGATOR:
Lah, Ruper Rangers dong.

ANAK BUAH FIGURAN #1:
Nggak usah dipikirin, Pak. Yang serius nonton serial ini cuman yang belum bisa baca kok.

MEGATOR:
Bukannya sutradara, produser, dan penulis skripnya juga nonton?

ANAK BUAH FIGURAN #1:
Kalau mereka bisa baca, masa skrip kayak gini bisa lolos produksi sih?

MEGATOR:
Betul juga.

ANAK BUAH FIGURAN #1:
Pak, sekarang udah masuk kamera. Ketawanya jangan lupa.

MEGATOR:
Oh, iya. HAHAHAHAHAH! Kalian akan mati!

—REFF #3—

EFEK KOMPUTER GRAFIS mengenai tim SUPER RANGERS.

Dilanjutkan dengan EFEK KOMPUTER GRAFIS mengenai PARA PENJAHAT.

Lantas EFEK KOMPUTER GRAFIS mengenai EFEK KOMPUTER GRAFIS lainnya.

Plus bonus EFEK KOMPUTER GRAFIS di saat tidak diperlukan adanya EFEK KOMPUTER GRAFIS, seakan-akan PRODUSER membayar TIM POST-PRODUCTION dengan sistem borongan dan dapat bonus: beli dua efek grafis komputer gratis satu.

—akhir REFF #3—

MEGATOR:
FWAHAHAHAHAH! WAHAHAHAHAHA! BWAHAAHAHABAHAH!

ANAK BUAH FIGURAN #2:
Nggak usah berlebihan, Pak.

MEGATOR:
Sori. Yang tadi bukan akting, cuman tertawa miris melihat masa depanku sebagai aktor hancur karena tampil di sini.

SEMUA ANAK BUAH FIGURAN BESERTA PARA PENONTON DEWASA:
….
….
…. BWAHAHAHAHAHAHAH! FAHAAWAHAHA!

PENONTON ANAK-ANAK:
KEREEEEEN!

TAMAT.

http://bertanyaataumati.blogspot.com/2009/06/super-rangers-dalam-lima-menit.html

BIKIN SKENARIO FILM YUK!

Ketika saya membaca beberapa blog saya melihat ada satu blog http://ibnuadam.multiply.com/journal/item/20 yang membahas mengenai skenario film, dan ternyata beliau satu perguruan dengan saya. Gurunya adalah buku dari SONY SET. Berikut kutipan tulisan yang menurut saya sangat simple sehingga mudah dimengerti sehingga dapat membantu siapapun yang ingin belajar membuat skenario.

BIKIN SKENARIO FILM YUK!

Oleh Ibnu Adam Aviciena

Pengen bikin skenario film? Gampang-gampang susah sih. Dibilang gampang, banyak orang bisa. Dibilang susah, lumayah juga. Tapi tidak usah khawatir. Selama ada kemauan dan berani mewujudkan kemauan itu, semuanya bisa beres. Berikut ini adalah langkah-langkah senderhana membikin skenario film:

1. IDE CERITA

Film itu sebuah cerita bergambar dan bersuara. Karena sebuah cerita, jadi kamu harus punya cerita yang dianggap menarik untuk difilmkan. Dari mana datangnya ide? Ide banyak. Ada di mana-mana. Tinggal kamu buka lebar-lebar semua indera kamu. Kamu bakal mendengar, merasa, melihat, mengecap, dan mencium ide.

2. SIAPKAN SINOPSISNYA

Sekalipun film dan cerpen atau novel sama-sama sebuah cerita, tetapi ada perbedaan. Perbedaannya pada medium yang digunakan. Seperti disebutkan pada nomor satu, film menggunakan medium gambar dan suara. Sedangkan cerpen dan novel menggunakan medium teks.

Sementara sinopsis sendiri memiliki arti penting dalam pembuatan skenario, yaitu sebagai pijakan. Kita akan kesusahan bikin skenario bila kita tidak tahu sinopsis ceritanya. Akan sama sulitnya kita akan bikin sinopsis bila tidak punya ide cerita.

Bila yang kamu bikin bukan film lepas (FTV/layar lebar), melainkan sinetron, maka selain menyiapkan sinopsis global, kamu juga harus menyiapkan sinopsis per episode yang tentu saja lebih detail dibanding dengan sinopsis global.

3. BIKIN LOGLINE/PREMIS

Logline atau premis bertujuan untuk memperjelas film apa yang kamu buat. Logline sejenis iklan. Logline yang bagus akan menarik orang untuk menonton film yang kita buat. Agar mudah membuat logline, Richard Krevolin memberikan pola kalimat sebagai berikut: bagaimana jika…… dan kemudian……. Contoh: bagaimana jika orang yang kamu siksa adalah orang yang akan menolong kamu dan kamu tidak tahu. Kalimatnya dibikin sederhana menjadi: yang kamu siksa adalah penolongmu yang tidak kamu ketahui.

Untuk lebih jelas tentang logline, kamu bisa melihat kaver-kaver film. Di sana ada kalimat-kalimat yang menarik. Itulah logline atau prermis.

4. TREATMEN

Treatmen ini pembabakan. Sebuah film umumnya tiga babak. Sinopsis itu harus dipecah ke dalam tiga babak ini. Babak pertama sebagai pengenalan seting, tokoh, dan awal masalahnya. Babak kedua sebagai bagian berkecamuknya masalah. Babak ketiga sebagai penyelesaiannya.

Yang tiga babak ini disebut dengan struktur tiga babak (tree acts structure). Ada juga yang disebut struktur sembilan babak (nine acts structure), sebagai pengembangan dari yang tiga babak. Yang sembilan babak ini terdiri dari:

  • Babak 1: kejadian buruk menimpa orang lain.
  • babak 2: pengenalan tokoh utama (protagonis).
  • Babak 3: kejadian buruk menimpa protagonis, atau terlimat/dilibatkan kepada masalah orang lain pada babak 1.
  • Babak 4: protagonis dan antagonis
  • Babab 5: protagonis berusaha keluar dari masalah
  • Babak 6: protagonis salah mengambil jalan
  • Babak 7: protagonis mendapat pertolongan
  • Babak 8: protagonis berusaha keluar dari masalah lagi
  • Babakl 9: protagonis dan antagonis berperang, menyelesaikan masalahnya

5. OUTLINE SCENE/SCENE PLOT

Sekarang saatnya membuat outline scene/scene plot. Outline scene/scene plot adalah rencana peristiwa-peristiwa yang akan diambil (disyut). Pembuatan outline scene/scene plot akan mempermudah pembuatan skenario.

Contoh:

1. Lisa pamit kepada orangtuanya untuk pergi ke Jakarta.

2. Arman, pacar Lisa, sedang menyiapkan rencana menculik Lisa.

3. Dst

6. BIKIN SKENARIO!

Ini contoh skenario:

SANG PRABU

Datang Untuk Kembali

Cerita                     : Yul Andryono

Skenario                : Gola Gong

Fade In

Act 1

01.  EXT. TAMAN SARI-PAGI (HARI 1)

Pemain: Kepengen, Putri Malaka, Roh Deni

Kepengen memergoki PUTRI MALAKA sedang bersedih hati. Kepengen menanyakan kesedihannya. Putri malaka bermuram durja.

Tanpa mereka sadari, roh deni hadir di sini. Mendengarkan percakapan mereka.

KEPENGAN:

Haiya, kenapa putli owe yang cantik ini belmulam dulja?

ROH DENI:

Haiya, putli sedang sedih. Kasihan… ini salahku juga!

PUTRI MALAKA:

Bagaimana Ay tidak sedih? Sekarang Ay tak punya datang! Gusti Prabu belum nyariin Ay punya dayang! Padahal gengsi seorang putri itu ada pada seorang dayang!

Dialog dan seterusnya….

CUT TO

02.  INT. PENDOPO ISTANA – SIANG (HARI 2)

Pemain: Prabu, Putri Malaka, Woro Denok, Putra Mahkota, Selir, Permaesuri, Mahapatih, Para Punggawa, Dayang

Prabu duduk di singgasananya. Permaisuri di sebelahnya. Woro Denok dengan genit duduk sambil memegang Putri Mahkota.

PRABU:

Siang ini sengaja kukumpulkan. Pertemuan ini atas permintaan Putri Bunga Seroja dari Kerjaan Malaka…

Dst

CUT TO

03…………….

04………………….

FADE OUT

Keterangan:

Fade In                  : Cerita dimulai

Act 1                      : Babak 1

01                                                    : Scene 1 (secene [pemandangan]= potongan peristiwa)

EXT                       : Exterior (peristiwa terjadi di luar), INT=interior

Taman Sari                       : Lokasi peristiwa

Pagi                       : Waktu kejadian

Hari 1                     : Hari kejadian (untuk membedakan kostum dll)

Pemain: …..                       : Pemain yang main pada film

Kepengen….          : Deskripsi peristiwa

Kepengen: Haiya   : Dialog

CUT TO                 : Pemisah antar scene.

Fade Out               : Tanda cerita sudah usai

Selain Cut To masih ada turunannya spt: intercut to, disslove to, paralel cut to, dll

PERTANYAAN PENTING

Ada 7 pertanyaan penting yang harus dijawab penulis skenario agar skenarionya bagus. Tujuh pertanyaan itu ialah:

1.      Siapa tokoh utamanya?

2.      Apa yang diinginkan oleh tokoh utama?

3.      Siapa antaginisnya? Apa hal yang menghalangi tercapainya keinginan protagonis?

4.      Bagaimana protagonis bisa mencapai keinginannya?

5.      Apa pesan yang ingin kamu sampaikan dalam cerita itu?

6.      Bagaimana kamu nyeritain cerita itu?

7.      Bagaimana perubahan nasib tokoh-tokohnya?

Itulah “prosedur” penulisan skenario film. Lebih jelasnya kamu bisa baca pada buku-buku panduan menulis skenario.

BAHAN BACAAN:

Gola Gong, Menulis Skenario Itu (Lebih) Gampang

Richard Krevolin, Rahasia Sukses Skenario Film Box Office

Sony Set, Jangan Cuma Nonton, Jadilah Penulis Skenario Profesional

FILM YANG BAGUS BELUM TENTU SUKSES

Entah berapa banyak film yang sudah saya tonton. Film tersebut ada yang saya tonton di bioskop, DVD bajakan di-kosan, ada juga yang saya tonton di youtube. Sebenarnya saya paling suka menonton di bioskop, karena jika menonton di bioskop saya dapat langsung mengetahui apakah film tersebut termasuk kategori sukses atau tidak. Karena penilaian akan film yang sukses lebih mudah daripada menilai sebuah film bagus atau tidaknya.

Menilai sebuah film bagus atau tidaknya harus dinilai dari beberapa aspek seperti:

1. Ide cerita.

2. Kualitas gambar dan teknik pengambilan gambarnya.

3. Sound-nya (sound effect, back sound, dll)

Harus ditelaah lebih dalam dan rinci untuk menilai sebuah film bagus atau tidaknya. Namun berbeda untuk penilaian sebuah film yang sukses. Karena sebenarnya film yang bagus belum tentu sukses, begitupun sebaliknya film yang sukses belum tentu bagus. Cara mudah untuk menilai apakah sebuah film sukses atau tidak adalah dengan seberapa banyak penonton yang berminat dan akhirnya menonton film tersebut.

Saya sangat senang berjalan di lorong pintu keluar bioskop karena ditempat itulah saya dapat langsung menilai film tersebut sukses atau tidak. CARANYA? Caranya mudah, cukup dengan mendengar. Kebiasaan orang akan membicarakan apa yang telah mereka saksikan di dalam studio. Apabila mereka menceritakan kembali dengan antusias dan dengan komentar positif berart film tersebut sukses menyihir penonton. Film tersebut benar-benar sukses menghibur penontonnya, karena telah berhasil menyampaikan pesan cerita kepada penontonnya. Jadi, sebenarnya untuk menilai sebuah film sukses atau tidak anda tidak perlu menonton film tersebut. Tetapi, untuk menilai film bagus atau tidaknya anda harus MENONTON film tersebut.

“KNOWING”

Setelah memulai dengan film-film karya anak bangsa alias film Indonesia, kali ini saya mencoba mengkritik menganalisis film dari luar negri. Dan untuk yang pertama saya jatuhkan pilihan saya untuk film “KNOWING”.

knowing film posterSebuah penggalian yang dilakukan di sebuah sekolah menemukan barang-barang dari masa lalu yang memang sengaja dikubur untuk ditemukan orang-orang di masa yang akan datang. Salah satu dari hasil temuan itu adalah deretan angka yang dibuat oleh seorang anak lima puluh tahun yang silam. Semula deretan angka itu terlihat seperti deretan angka acak namun ternyata di balik deretan angka itu tersimpan sebuah misteri.

Caleb Koestler (Chandler Canterbury), putra John Koestler (Nicolas Cage) membawa temuan itu dan menunjukkan pada ayahnya yang memang adalah seorang ahli astrofisika. Setelah meneliti deretan angka tersebut, John menyadari ada sebuah pesan yang ingin disampaikan oleh si penulis dan ternyata di dalam deretan angka itu juga tersimpan sebuah fakta yang menakutkan.

Dalam deretan angka itu tersimpan beberapa catatan kejadian selama lima puluh tahun terakhir. Artinya, saat deretan angka itu ditulis, sang penulis tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Meski semula tak percaya, namun John akhirnya mau tak mau merasa khawatir bahwa ramalan yang tertulis dalam deretan angka itu memang akan benar-benar terjadi. Dan yang paling menakutkan adalah ramalan yang menyebutkan bahwa tak lama lagi ras manusia akan punah.

Kini John punya dua pilihan: membiarkan itu semua terjadi secara wajar atau berusaha untuk menentang takdir dan menyelamatkan seluruh umat manusia dari kepunahan seperti yang digambarkan dalam ramalan dari masa lalu itu. Masalahnya, adakah orang yang percaya pada kata-kata John atau John harus menjalankan misi mulia ini seorang diri.

PEMAIN: Nicolas Cage, Rose Byrne

MY OPINION:

Banyak orang yang bilang jika film ini bagus apalagi film ini konon menggambarkan tentang peristiwa di akhir zaman, dan setelah saya menontonnya saya katakan film ini BAGUS TAPI ada yang perlu digaris bawahi yaitu Ending atau akhir dari cerita ini. Saat saya menontonnya, di awal saya begitu terkesan dengan angel-angel kamera yang begitu menarik. Apalagi penonton disuguhi pemotongan gambar yang begitu cepat sehingga mampu meningkatkan adrenalin penonton, ditambah lagi dengan sound effect yang mampu membuat penonton menahan nafas.

Alur cerita film ini begitu rapi, sehingga penonton tidak bingung dengan alur ceritanya. Namun yang sangat mengagumkan untuk saya adalah Effect Editing dari film ini. Film ini dipenuhi dengan Effect Editing yang sangat rapi sehingga effect tersebut terlihat begitu nyata, apalagi scene dimana John Koestler (Nicolas Cage) melihat secara langsung kecelakaan jatuhnya pesawat terbang. GOOD EFFECT!!!

Namun saya sedikit kecewa dengan Ending cerita yang menurut saya tidak masuk akal. Mengapa harus alien (makhluk dari luar planet) yang membawa Caleb Koestler (Chandler Canterbury) untuk memulai dunia yang baru. Namun secara keseluruhan film ini sangatlah menarik.

DAN UNTUK FILM INI SAYA MEMBERI BINTANG:starstarstarstar